Lantik Kepala Daerah, Ridwan Kamil Ingatkan Soal Integritas Hingga Kerja Ikhlas

Lantik Kepala Daerah, Ridwan Kamil Ingatkan Soal Integritas Hingga Kerja Ikhlas
Ridwan Kamil Lantik Kepala Daerah. ©2021 Merdeka.com/Aksara Bebey
PERISTIWA | 26 Februari 2021 13:37 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Lima pasangan kepala daerah pemenang Pilkada 2020 dilantik Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jumat (26/2). Mereka diingatkan untuk bisa cepat beradaptasi dengan kondisi psikologis masyarakat terganggu karena pandemi Covid-19.

Mereka yang dilantik Bupati Kawarang Ceillica Nurrachadiana, Wakil Bupati Karawang Aep Syaepuloh; Bupati Sukabumi Marwan Hamami, Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri; Bupati Indramayu Nina Agustina, dan Wakil Bupati Indramayu Lucky Hakim.

Lalu, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, Wakil Bupati Pangandaran Ujang Endin Indrawan, Wali Kota Depok Mohammad Idris. Sedangkan pelantikan terhadap Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono berlangsung secara virtual karena masih menjalani perawatan usai terkonfirmasi Covid-19.

“Alhamdulillah lima daerah sudah bisa dilantik. Semua hadir kecuali Wakil Wali Kota Depok karena sakit, dilantik secara virtual,” ucap Ridwan Kamil.

Di Jawa Barat sendiri, selain lima daerah tersebut ada tiga wilayah lain menyelenggarakan pemilihan kepala daerah, yakni Kabupaten Bandung, Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Cianjur.

Namun, pelantikan untuk tiga daerah tersebut belum bisa dilaksanakan. Kabupaten Bandung dan Tasikmalaya masih proses sengketa dan menunggu hasil putusan Mahkamah Konstitusi yang diprediksi keluar pada Maret 2021. Sedangkan Kabupaten Cianjur, masa jabatan bupatinya baru berakhir pada Mei 2021.

Dalam pelantikan tersebut, Ridwan Kamil menyampaikan tiga pesan khusus. Yakni mengenai pentingnya menjaga integritas dalam mengemban amanah sebagai kepala daerah. Tak sedikit banyak kepala daerah yang terjerat kasus hukum di tengah menjalankan tugas, salah satunya kasus korupsi.

Selain itu, pandemi Covid-19 berpengaruh signifikan tak hanya di sektor perekonomian, namun menyentuh psikologis masyarakat. Maka dari itu, dibutuhkan pemimpin yang ikhlas melayani dan mendengar langsung keluhan.

“Jaga benteng integritas. Banyak kepala daerah berjatuhan ketika integritasnya jebol. Layani masyarakat dengan ikhlas, apalagi saat (pandemi) Covid-19, orang marah banyak, stres banyak, ekonomi terpuruk. Dibutuhkan pemimpin yang ngemong, sabar ikhlas dan turun ke masyarakat,” terang dia.

Pandemi Covid-19 mengajarkan kita tidak boleh melakukan hal biasa dalam bertugas. Setiap pemimpin harus memiliki teori baru dalam membangun daerah masing masing.

“Semua (kepala daerah yang sudah dilantik) akan langsung bertugas,” pungkasnya. (mdk/fik)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami