Lantunan Ayat Suci Pasien Positif Covid-19 di Sulawesi Barat

Lantunan Ayat Suci Pasien Positif Covid-19 di Sulawesi Barat
PERISTIWA | 1 April 2020 08:16 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kabar baik datang dari pasien positif Virus Corona yang sedang berada di ruang isolasi RSUD Regional Sulawesi Barat (Sulbar). Pasien pertama yang positif Covid-19 di Sulbar itu, kondisinya dikabarkan semakin membaik.

"Alhamdulillah JH (14) terus mengalami perkembangan, kesehatannya kelihatan membaik. Kemarin sore saya sempat saling sapa dengan dia lewat jendela," kata Direktur RSUD Sulbar dr Indahwati Nursyamsi saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (31/3).

Bahkan, berdasarkan informasi yang dia terima dari perawat yang menjaga pasien asal Kabupaten Majene itu, mereka semua merasa kagum akan perkembangan kesehatannya. Karena, JH sudah terlihat bisa melaksanakan kegiatan seperti biasa, termasuk menjalankan ibadah.

"Setiap lewat di depan ruangan isolasi, mereka terus mendengarkan lantunan ayat suci Alquran dan melihatnya terus mengerjakan salat. Benar Alquran adalah asysyifa' obat penyembuh, cerita para perawat kepada saya," ujarnya.

Ayat suci Alquran yang dilantunkan oleh JH, menurut Indahwati, memberikan ketenangan dan semangat bagi para tenaga medis yang bertugas dalam penanganan Covid-19 ini. Karena itu, ia berharap, agar semua pihak mendoakan kesembuhan dari JH.

"Mari kita bersama-sama mendoakan kesembuhan untuk JH, karena saat ini kondisinya semakin membaik," harap Indah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Liputan6.com, JH merupakan santriwati di salah satu pondok pesantren di Kota Bogor, Jawa Barat. Ia adalah seorang penghafal Alquran (Hafizah) dan sekarang telah berhasil menyelesaikan hafalannya 30 juz. Atas prestasinya itu, ia telah dihadiahi paket ibadah umrah.

1 dari 1 halaman

Berbagai pihak memberikan dukungan moril untuk kesembuhan JH, salah satunya datang dari Ketua DPRD Sulbar Sitti Suraidah Suhardi. Politikus perempuan itu meminta, agar semua warga Sulbar mendoakan kesembuhan bagi Sang Hafizah.

"Saya berdoa dan memohon teman-teman yang lain untuk mendoakan adik kita ini yang lagi mendapat ujian dari Allah, agar diberikan kesabaran dan diangkat penyakitnya. Bahwa Insya Allah virus Corona ini akan sembuh, karena Allah menurunkan penyakit tentu dengan obatnya," kata Suraidah.

Suraidah juga menekankan, agar masyarakat tidak menganggap pasien yang terjangkit virus Corona Covid-19 sebagai sebuah aib, karena penyakit itu merupakan sebuah cobaan. Masyarakat harus memberikan semangat dan dorongan moril, agar orang yang terjangkit dapat segera sembuh dari dari penyakit itu.

"Jangan mengucilkan atau membuat adik kita ini sedih dengan penyakitnya, tapi kita mendoakan untuk kesembuhannya, agar dia segera baik dan segera pulih kesehatannya," tegas Suraidah.

Suraidah juga berpesan, agar keluarga dari sang Hafizah dapat bersabar dalam menghadapi cobaan ini. Tetap menaati aturan yang telah ditetapkan pemerintah terkait penanganan Covid-19 ini.

"Bagi keluarganya mohon untuk bersabar, tetap menaati aturan, tidak mendekat dulu selama dalam pengawasan. Dan tidak mendekat kepada adik kita ini selama menjalani isolasi, semua demi kepentingan kita bersama," tutup Suraidah.

Reporter: Abdul Rajab Umar
Sumber: Liputan6.com (mdk/fik)

Baca juga:
Mendagri: Jadwal Baru Pilkada 2020 Tergantung Kondisi Pandemi Covid-19
Kepala Daerah Bisa Terapkan PSBB Jika Disetujui Menkes
Sebelum Terapkan Pembatasan Sosial, Pemda Harus Perhatikan Kebutuhan Dasar Warga
Antisipasi Corona, Hotman Paris Masak Ulang Makanan dari Luar Bahkan Sampai Gosong
21 Juta Pengguna Ponsel di China Lenyap, Angka Kematian Sebenarnya karena Corona?
Ilmuwan Sebut Lokasi Ini Paling Aman dari Virus Corona
Corona Bikin 'Takut' Kriminal Jalanan di Jayapura

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami