Laode: Dari Semua Kasus KPK, Kontribusi OTT Paling 10%, 90% Kita Kembangkan Kasus

PERISTIWA | 11 September 2019 20:59 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan prestasi lembaganya tidak hanya keberhasilan melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Sebab, OTT hanya memberikan kontribusi 10 persen dari banyak kasus yang ditangani KPK.

"Sekali lagi OTT, KPK itu cuma bisanya OTT. Tolong dong media juga tulis, dari semua kasus KPK, kontribusi OTT itu paling 10 persen, 90 persennya kita kembangkan kasusnya," kata Laode dalam diskusi gedung KPK, Jakarta, Rabu (11/9).

Sebenarnya, kata Laode, banyak sekali kasus yang mendapat perhatian KPK tapi tidak menjadi perbincangan publik. Salah satunya penyelidikan dugaan suap perdagangan minyak mentah dan produk kilang di Pertamina Energy Services Pte Ltd (PES) selaku subsidiary company PT Pertamina (Persero).

Kasus ini menjerat mantan Managing Director PES Pte Ltd dan mantan Direktur Utama Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) Bambang Irianto itu dinilai memiliki dampak besar.

"OTT itu punya magis seperti menangkap seseorang, padahal tindak pidana pencucian uang misalnya kemarin itu, bukan OTT saya mengumumkan tentang Petral, itu pekerjaan luar biasa sulit tetapi tidak sedahsyat OTT kan pembicaraannya. Padahal itu mungkin akan menyelamatkan banyak uang negara ke depannya," jelasnya.

Dia menduga kondisi itu terjadi karena informasi yang diterima publik hanya sebatas OTT. Sehingga seolah-olah di mata publik, yang dilakukan KPK hanya OTT saja.

Reporter: Yopi Makdori
Sumber: Liputan.com

Baca juga:
Capim Nawawi Soal OTT KPK: Ini Tertangkap Tangan atau Jebakan?
Meski Tersangkut OTT KPK, 16 Proyek di Muara Enim Tetap Dilanjutkan
Anggota DPR Dukung Irjen Firli yang Sebut OTT KPK Tak Cukup Berantas Korupsi
Menyerahkan Diri, Dirut PTPN III Ditahan KPK di Polres Jaktim
KPK Titipkan Penahanan Bupati Bengkayang di Polres Jakpus
2 Hari Lakukan 3 OTT, KPK Tegaskan Penindakan Sama Penting dengan Pencegahan
KPK Geledah Kantor Penyuap Bupati Muara Enim di Palembang

(mdk/lia)