Laode Mengaku Kesulitan Jawab Soal Uji Kompetensi Capim KPK

PERISTIWA | 18 Juli 2019 12:32 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode Muhammad Syarif menjadi salah satu peserta yang mengikuti uji kompetensi calon pimpinan KPK. Pada sesi awal, Laode mengaku kesulitan menjawab sejumlah pertanyaan. Diketahui uji kompetensi dibagi menjadi dua sesi.

Pada sesi pertama, peserta diminta menjawab soal pilihan ganda. Sementara sesi berikutnya, peserta diminta membuat makalah.

"Multiple choice agak susah, apa namanya itu mirip-mirip jawabnya antara a, b, c, dan d juga. Jadi harus cari yang paling tepat," kata Laode, Kamis (18/7).

Laode menjelaskan, misalnya mengenai definisi. Salah satunya definisi yang ada dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Itu banyak jawaban-jawaban yang menjebak.

"Bahkan ditanyain apa definisi pemberantasan korupsi dalam Undang-Undang KPK, kan itu agak panjang jadi untuk bisa menjawab kan kadang lupa. Ya saya yakin orang yang di luar KPK lebih sulit lagi karena enggak setiap hari kan dia baca, kita saja yang setiap hari baca saja masih kadang lupa," tutup dia.

Ujian dimulai sekira pukul 08.00 WIB hingga 13.00 WIB. Peserta diminta menjawab 70 pertanyaan dan membuat makalah maksimal 10 halaman.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
4 Peserta Capim KPK Gugur Sebelum Uji Kompetensi, Salah Satunya Wakapolda Jabar
Suasana Tes Tahap 2 Peserta Calon Pimpinan KPK
192 Capim KPK Uji Kompetensi, Diharapkan 50 Peserta Bisa Lolos
Besok, 192 Capim KPK Ikut Uji Kompetensi
Jadi Waka BSSN, Irjen Dharma Pongrekun Serahkan ke Tuhan Soal Capim KPK
Staf Ahli Kapolri Sambut Positif Dibukanya Posko Pengaduan Rekam Jejak Capim KPK

(mdk/eko)