Lapor harta ke KPK, Menristek & Dikti akui asetnya naik Rp 2,5 M

PERISTIWA | 17 November 2014 10:21 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo

Merdeka.com - Menteri Riset dan Teknologi serta Pendidikan Tinggi, Muhamad nasir, pagi hari ini menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kedatangannya kali ini buat melaporkan jumlah hartanya sebagai kewajiban penyelenggara negara.

Mantan Rektor Universitas Diponegoro itu mengakui hartanya naik sekitar Rp 2,5 miliar dari hasil keringatnya selama mengabdi di dunia akademik.

"Yang jelas perkiraan dua ya. Kalau yang dari dulu perkiraannya Rp 2,5 miliar," kata Nasir kepada para wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (17/11).

Nasir mengaku dia terakhir menyerahkan laporan hartanya tiga tahun silam. Dia mengatakan hanya menunaikan kewajiban sebagai penyelenggara negara buat mempertanggungjawabkan dan mempublikasikan kekayaannya kepada khalayak.

"LHKPN sudah saya lampirkan, sudah saya sampaikan kepada KPK, dan itu memang kewajiban saya sebagai pejabat negara. Laporan ini tidak hanya sekali, ini saya sudah yang ketiga kali," ujar Nasir. (mdk/lia)

Baca juga:

Undip pilih rektor usai Nasir jadi Menristek dan Dikti

Jadi Menteri Ristek, Nasir ingin riset Indonesia berkelas dunia

Satelit bantu nelayan lebih produktif tangkap ikan

Nasib mobil listrik Indonesia diserahkan ke Jokowi-JK

Indonesia jadi tuan rumah konferensi IPTEK ASEAN 2014

Kemenristek bakal bangun pusat teknologi maritim di Kaltim

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.