Laporan Ditolak Bareskrim, Wartawan Alami Intimidasi Mengadu ke Propam Mabes Polri

PERISTIWA » MAKASSAR | 9 Oktober 2019 21:26 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Jakarta bersama LBH Pers melaporkan oknum aparat yang diduga mengintimidasi Jurnalis ke Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri.

Mereka adalah Junalis Tirto.id Haris Prabowo (24) dan Jurnalis Narasi TV Vany Fitria yang diadang dan mengalami kekerasan fisik saat meliput unjuk rasa di Depan Gedung DPR/MPR.

Ketua Divisi Advokasi AJI Jakarta, Erick Tanjung menyebut langkah itu diambil setelah laporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Bareskrim Polri ditolak mentah-mentah. Pihaknya disarankan mengadukan ke Propam.

"Laporan kita di Bareskrim tidak terima. Petugas lalu mengarahkan kita ke Propam untuk dugaan pelanggaran kode etik," kata dia saat dihubungi, Rabu (9/10).

Dia menyebut melampirkan sejumlah bukti untuk memperkuat fakta bahwa telah terjadi penghalang-halangan peliputan dan dugaan kekerasan saat itu.

"Ada rekaman suara, foto, dan saksi yang melihat di TKP," ujar dia.

Erick menyampaikan laporan kini diterima. Meski, harus menunggu sampai 3 jam. Adapun laporannya bernomor SPSP2/2551/X/2019/BAGYANDUAN.

"Ada perbedaan pandangan dengan pihak kepolisian. Mereka minta dilaporkan ke Propam Polda saja. Ya akhirnya kami laporan kami diterima," ucap dia.

Reporter: Ady Anugrahadi

Baca juga:
Polri Tolak Laporan Kekerasan Fisik kepada Wartawan Saat Liput Demo di DPR
2 Polisi Penganiaya Jurnalis di Makassar Belum Jalani Sidang Disiplin
Kesaksian Jurnalis Asal Indonesia Ditembak Polisi Hong Kong Hingga Matanya Buta
Jurnalis Peringati Setahun Pembunuhan Jamal Khashoggi
Gabungan Pewarta Gelar Aksi Simpatik Mengecam Kekerasan pada Jurnalis
Mata Kanan Jurnalis WNI Buta Permanen Usai Ditembak Polisi Hong Kong

(mdk/rhm)