Laporkan Pantauan Pemilu, Komnas HAM Belum Lihat Komitmen Jokowi & Prabowo Soal HAM

PERISTIWA | 29 Oktober 2019 15:14 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyampaikan laporan pemantauan selama Pemilu 2019. Hasilnya, terdapat catatan khusus Komnas HAM terkait visi misi kedua pasangan calon presiden pada sesi debat.

Komnas HAM berpandangan, dari lima kali debat berlangsung, kedua calon presiden yang dinilai kurang konsen terhadap kasus pelanggaran HAM yang belum tuntas. Pada debat pertama yang bertemakan hukum, korupsi dan HAM, Komnas HAM menilai kedua calon belum memahami konsep HAM secara substansial sehingga komitmennya belum terlihat.

"Komitmennya penegakkan HAM yang di dalamnya terdapat strategi penyelesaian atas kasus pelanggaran HAM, termasuk dugaan pelanggaran HAM berat belum terlihat," kata Ketua Tim Pemantauan Pemilu 2019 Komnas HAM, Hairansyah di Hotel Sari Pacific, Jakarta, Selasa (29/10).

Selain debat tema pertama, tema debat keempat juga menjadi sorotan Komnas HAM. Menurut hasil pantauan, tema mengenai ideologi, pemerintahan, keamanan dan hubungan internasional, memperlihatkan baik Jokowi dan Prabowo belum melihat akar persoalan untuk mewujudkan negara demokrasi yang menjunjung tinggi HAM.

"Keduanya masih berkutat pada strategi penguatan pertahanan negara untuk melindungi bangsa Indonesia, masih sebatas peningkatan anggaran, perluasan teritori kelembagaan," kritik Hairansyah.

Lewat hasil ini, Komnas HAM pun berkesimpulan baik Jokowi dan Prabowo kurang mengangkat isu HAM sebagai komitmen. Namun Komnas HAM berharap isu HAM bisa dimasukkan dalam aspek lanjutan saat ini.

"Bagaimana dimensi HAM menjadi tujuan konsensi untuk masyarakat dan rakyat Indonesia dapat terwujud dan bagaimana perwujudan HAM menjadi agenda seluru bangsa Indonesia," terang Hairansyah

Korban Massal KPPS Jadi Sorotan

Selain sorotan tajam terhadap Pra-Pemilu 2019, khususnya dalam sesi debat, Komnas HAM juga menindaklanjuti pantauannya saat Pemilu 2019 berlangsung. Hasilnya, kematian anggota KPPS, Pengawas Pemilu dan Tenaga Keamanan menjadi konsen tenaga Komnas HAM.

Hairansyah melanjutkan, catatan Komnas HAM melihat adanya pengabaian perlindungan hak kesehatan terhadap mereka yang bertugas dan berujung sakit bahkan meninggal dunia.

"Komnas HAM belum melihat adanya langkah terpadu, baik KPU dan Bawaslu, Kemenkes, dalam mengantisipasi jatuhnya korban secara massal ini," tandas dia.

Reporter: M Radityo

Baca juga:
Rampung Amankan Pemilu 2019, Kapolda Metro Evaluasi Kekurangan Pengamanan
Parpol Sewenang-wenang Ganti Caleg Terpilih Dinilai Langgar Konstitusi
Citibank Nilai Pemilu Sebabkan Pertumbuhan Kredit Perbankan 2019 Lesu
Evaluasi Pemilu 2019, Golkar Soroti Biaya yang Besar dan Korban Meninggal
Catatan Pemilu 2019: Polemik Data Pemilih Hingga Penghitungan Suara di TPS
'Buat Apa Pemilu Kalau Ujungnya Kekuasaan Dibagi yang Menang dengan Kalah'

(mdk/ray)