Larangan Mudik Mulai 22 April, Polda Jabar Awasi Jalur Alternatif Pemudik

Larangan Mudik Mulai 22 April, Polda Jabar Awasi Jalur Alternatif Pemudik
Personel polisi wanita menyampaikan sosialisasi larangan mudik. ©2021 Merdeka.com
PERISTIWA | 22 April 2021 17:10 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Polda Jawa Barat akan mengawasi jalur alternatif yang berpotensi akan dilewati pemudik pada Lebaran 2021. Untuk diketahui, pemerintah memajukan penerapan larangan mudik yang semula diberlakukan pada 6 Mei, kini menjadi 22 April 2021.

"Yang dijadikan sebagai jalur alternatif dalam kegiatan mudik, tentunya diawasi. Kemungkinan modelnya adalah membalikkan arus dari pemudik," kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Erdi A Chaniago, seperti dikutip Antara, Kamis (22/4).

Adapun Polda Jawa Barat sudah menyiapkan 120 pos titik penyekatan yang dititikberatkan di 11 wilayah hukum berbagai polres yang kerap dilintasi pemudik.

"Kami membuat strategi baru yaitu penyekatan baik itu di jalur tol, maupun di jalur biasa yang digunakan oleh roda dua maupun roda empat," kata Erdi.

Larangan mudik terbaru itu disampaikan oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 dengan mengeluarkan surat edaran untuk memperketat mobilitas para Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN).

Pengetatan mobilitas tersebut berlaku selama H-14 peniadaan mudik yang berlangsung pada 22 April hingga 5 Mei 2021 dan H+7 peniadaan mudik pada 18 Mei hingga 24 Mei 2021.

Sementara selama masa peniadaan mudik 6 hingga 17 Mei 2021 tetap berlaku pengetatan mobilitas masyarakat. (mdk/rhm)

Baca juga:
Pemprov DKI Tiadakan Kebijakan SIKM di Masa Larangan Mudik 2021
Menag: Larangan Mudik karena Pemerintah Ingin Melindungi Seluruh Warga dari Covid-19
Polresta Bandung Mulai Penyekatan Usai Larangan Mudik Terbaru
Mudik Dilarang, Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Silaturahmi Secara Virtual
Satgas Covid-19: Mudik di Tengah Pandemi Covid-19 Membahayakan Lansia
Sri Mulyani Optimis Konsumsi saat Lebaran Tetap Naik Meski Mudik Dilarang

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami