Laskar Cak Imin for wapres yang longmarch Ciamis-Jakarta sampai di Karawang

PERISTIWA | 29 Juli 2018 03:31 Reporter : Bram Salam

Merdeka.com - Sembilan hari longmarch Ciamis-Jakarta laskar santri untuk Muhaimin Iskandar for Wakil Presiden (Wapres) 2019 sampai di Kabupaten Karawang, Sabtu (28/7).

Tepat di GOR Panatayuda Kabupaten Karawang sebanyak ribuan massa yang terdiri dari santri, ulama, tokoh masyarakat, bobotoh Karawang dan masyarakat Karawang yang rindu akan kepemimpinan santri, menyambut kedatangan peserta longmarch dengan sholawat dan takbir.

"Setelah ditinggal Gus Dur kami merasa kehilangan sosok, kini ada Cak Imin yang mewakili politik kaum santri, cicitnya KH Bisri Sansuri dan kami tergugah atas aksi Longmarch ini untuk ikut berpartisipasi menyukseskan Cak Imin," ujar ketua penyambutan longmarch, Rahmat Hidayat Djati sapaan akrabnya Toleng.

Toleng mengatakan bahwa penyambuatan ini merupakan bentuk kesungguhan santri yang rindu memiliki pemimpin dari pesantren.

"Cak Imin itu harga mati, dan kesempatannya ada pada tahun politik sekarang, untuknya kami kaum santri Karawang siap juga ikut longmarch bersama sahabat-sahabat yang sudah berjalan dari Ciamis," paparnya.

Toleng berharap dan meminta Cak Imin untuk melanjutkan koalisi dengan Pak Jokowi dalam Pilpres 2019, itupun jika pak Jokowi berkenan meminang Cak Imin menjadi wapres, jika tidak pihaknya berharap Cak Imin untuk mempertimbangkan keberlanjutan koalisi.

"Sudah sepantasnya Cak Imin jadi wapres Pak Jokowi dalam Pilpres 2019 dan Pak Jokowi pantas untuk mempertimbangkannya," ujarnya.

Korlap Long Mach Laskar Santri, Johan J Anwari mengatakan, para santri melalui aksi jalan kakinya dari Ciamis sampai Jakarta, membawa mandat para kiai dan ulama, agar Cak Imin berupaya maksimal untuk menjadi pemimpin bangsa. Ditegaskan, sudah saatnya rakyat Indonesia dipimpin oleh sosok yang agamis, tetapi juga nasionalis.

"Perjalanan kita ini sudah sembilan hari, kepentingan untuk mengawal amanat para kiyai untuk Cak Imin agar menjadi pemimpin bangsa. Para kiyai di berbagai daerah sudah berkomitmen bahwa Indonesia harus memiliki pemimpin yang berlatar belakang religius sekaligus nasionalis," papar Johan.

Namun, kata dia, semangat mendorong Cak Imin sebagai perwakilan kaum santri agar sampai pada posisi Wapres pada 2019, menjadi penyemangat tersendiri guna mengingatkan seluruh lapisan masyarakat Indonesia bahwa negeri ini butuh pemimpin yang lahir dari kalangan islam, santri.

"Nanti para santri akan menemui Cak Imin langsung di Jakarta, karena aksi ini dinawaitukan khusus untuk Cak Imin. Nanti kita tidak banyak diskusi dengan Cak Imin. Buat apa banyak diskusi? Kita hanya menyerahkan mandat para kiyai bahwa Cak Imin harus menjadi pemimpin Indonesia, dan itu harus menjadi pertimbangan pak Jokowi," pungkasnya. (mdk/ded)

Baca juga:
Pemuda Muhammadiyah nilai Jokowi bisa 'game over' jika PKB tarik diri
Cak Imin tegaskan koalisi solid menangkan Jokowi di Pilpres 2019
Politisi PDIP: PKB ngambek soal cawapres Jokowi
Dukung Cak Imin jadi Cawapres Jokowi, puluhan santri longmarch Ciamis-Jakarta
Santri long march dukung Cak Imin cawapres tiba di Bandung
PDIP sebut putusan gugatan masa jabatan tak pengaruhi cawapres Jokowi

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.