Latar Belakang Jaksa Agung buat Jokowi Menurut Milenial

Latar Belakang Jaksa Agung buat Jokowi Menurut Milenial
survey jaksa agung. ©2019 Merdeka.com
PERISTIWA | 1 Juni 2019 03:04 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Penetapan capres dan cawapres terpilih baru akan dilakukan akhir Juni 2019 setelah hasil putusan MK. Meski demikian, kubu Jokowi optimis akan menang dalam pertarungan di MK. Dan, diperkirakan Jokowi akan memimpin kembali untuk periode kedua.

Sementara itu Jokowi sendiri sudah menyiapkan syarat-syarat untuk posisi calon pembantunya di Kabinet Kerja Jilid II nanti. Di samping itu, Aliansi Mahasiswa Peduli Hukum Indonesia (AMPHI) melakukan survey siapa calon Jaksa Agung yang diinginkan masyarakat untuk periode 2019-2024. Survey ini dilakukan mulai dari tanggal 20 Mei hingga 30 Mei 2019.

Ketua AMPHI, Hans, selama periode tersebut, survey berbasis online ini berhasil mendapatkan 728 responden yang berdasarkan one vote one IP Address.

"Dari hasil survey yang didapat, karakteristik usia responden terbanyak berasal dari kalangan milenial. Yakni usia 18-24 sebanyak 58 responden, 25-34 sebanyak 301 responden, usia 45-54 tahun 207 responden dan 65 tahun keatas 15 responden. Sementara 22 responden tidak memilih pertanyaan usia ini," kata Hans dalam keterangannya, Jumat (31/5).

Responden terdiri dari 581 orang laki-laki dan 128 perempuan serta 19 responden tidak memilih. Profesi responden yakni 214 orang pegawai swasta, disusul Pelajar/Mahasiswa 142 responden, PNS 131 responden, Wirausaha 99 responden, Pegawai BUMN 18 responden, Pengangguran 41 responden, Advokat dan pekerjaan lainnnya 58 responden. Sementara 25 responden tidak menjawab pertanyaan ini.

"Selanjutnya responden kami tanya soal kepuasan terkait penegakan hukum dan kinerja Jaksa Agung HM Prasetyo. 320 Responden menjawab tidak puas, 265 responden mengaku biasa saja alias tidak ada prestasi selama Prasetyo menjabat, 36 responden mengaku tidak tahu kinerja politisi Nasdem tersebut, 4 responden mengaku kurang puas dan hanya 79 responden mengaku puas," kata Hans.

Sementara menurut Sekjen AMPHI, Risno menambahkan terkait calon Jaksa Agung yang paling cocok berasal dari mana, 409 responden menginginkan pakar hukum, 251 responden masih menginginkan dari internal kejaksaan, 39 responden ingin dari LSM-Advokat-Akademisi, dan hanya 6 responden masih menginginkan Jaksa Agung dari Parpol.

Lalu siapa calon Jaksa Agung periode 2019-2024 pilihan generasi milenial dan netizen? "Di urutan pertama bercokol nama Mahfud MD (Mantan Ketua MK) yang meraih suara 181 responden, disusul Halius Hosen (mantan Ketua Komisi Kejaksaan) dengan perolehan 114 suara responden, kemudian Prof Eddy OS Hiariej (Guru Besar FH UGM) dengan torehan 101 suara responden, urutan keempat ada nama Chuck Suryosumpeno (Mantan Kajati Maluku dan Kepala PPA) dengan 85 suara responden, Haris Azhar (Direktur Eksekutif Lokataru) 84 suara responden," kata Risno.

Sementara para Jaksa Agung Muda yang masih aktif bertugas, ternyata masih belum mendominasi perolehan suara dari responden. Semisal Jampidsus Adi Toegarisman yang hanya memperoleh 22 suara responden, Wakil Jaksa Agung Arminsyah 28 responden, Jamintel Jan Maringka 15 responden, Jampidum Noor Rochmad 15 responden. Posisi mereka masih kalah dengan Mantan Kepala PPATK M Yusuf yang meraih 45 suara responden.

"Sebagai masukan untuk Presiden Joko Widodo, pilihan responden tersebut membuktikan jika masyarakat masih belum mempercayai kinerja para JAM dan WAJA jika dicalonkan menjadi Jaksa Agung periode 2019-2024," ujar Risno.

Sebab dari nama yang mendapatkan jumlah suara terbanyak, sebanyak 301 responden beralasan nama-nama tersebut profesional dan tegas, kemudian 267 responden memilih karena kejujuran dan kompetensi yang dimiliki lima besar calon Jaksa Agung tersebut.

Dari survey ini AMPHI dapat ditarik kesimpulan bahwa masyarakat belum puas dan bahkan tidak tahu apa kinerja Jaksa Agung Prasetyo yang notabene politisi Nasdem selama periode 2015-2019. Ratusan responden juga masih belum menginginkan kursi pucuk pimpinan Korps Adhyaksa dipegang para JAM dan WAJA yang masih menjabat saat ini.

"Karena para responden menginginkan Jaksa Agung yang profesional dan tegas serta memiliki kejujuran dan kompetensi di bidang hukum maupun seluk beluk penegakan hukum di kejaksaan. Semoga di periode kedua pemerintahan Jokowi bisa lebih bijak dan tak salah memilih Jaksa Agung periode 2019-2024," kata dia.

Selain survey Calon Jaksa Agung periode 2019-2024 pilihan generasi milenial dan netizen di Indonesia, usai libur Hari Raya Idul Fitri nanti, AMPHI juga akan memaparkan hasil survey Calon Menkumham periode 2019-2024 pilihan generasi milenial dan netizen Indonesia. (mdk/rhm)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami