Lawan Petahana, Pengusaha Gandeng Putra Mantan Rais Aam PBNU Maju Pilkada Jember

Lawan Petahana, Pengusaha Gandeng Putra Mantan Rais Aam PBNU Maju Pilkada Jember
PERISTIWA | 14 Juli 2020 17:24 Reporter : Muhammad Permana

Merdeka.com - Peta politik di Kabupaten Jember, Jawa Timur terus bergerak. Setelah sebelumnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Nahdlatul Ulama (NU) menyatakan dukungan kepada pengusaha alutsista Ifan Ariadna, kini giliran pengusaha Haji Hendy Siswanto yang menyatakan maju dengan menggandeng tokoh Nahdliyin.

KH Balya Firjaun Barlaman, pengasuh Pondok Pesantren Asshiddiqi Putra (Ashtra) resmi digandeng Hendy sebagai Bakal Calon Wakil Bupati Jember dalam Pilkada 2020. Gus Firjaun (sapaan akrabnya) merupakan putra sulung dari KH Achmad Shiddiq, mantan Rais Aam PB NU yang berperan penting dalam keputusan ormas ini menerima asas tunggal Pancasila pada Muktamar 1983.

Kabar Firjaun akan berpasangan dengan Hendy sebelumnya sudah beredar di media sosial. Namun selalu dibantah oleh Firjaun. Tetapi kali ini, Firjaun menyatakan kesiapannya maju dalam Pilkada Jember 2020.

"Saya melihat ada keseriusan dari Haji Hendy untuk mengajak saya maju sebagai Cawabup. Beliau sampai lima kali meminta saya maju menjadi wakilnya, tetapi selalu saya katakan tidak bersedia. Logikanya, kalau orang tidak serius, setelah, mohon maaf, empat kali ditolak, paling tidak akan mundur. Tetapi ini tidak," ujar Firjaun saat ditemui Merdeka.com ketika mengisi pembekalan bagi tim sukses pasangan tersebut di markas pemenangan Hendy Siswanto, Selasa (14/07).

Firjaun mengaku, berubah pikiran karena banyak didesak oleh berbagai pihak, terutama para kiai. "Semula, tidak ada niatan apalagi ambisi untuk maju ke Pilkada. Tetapi semakin saya tidak mau, semakin banyak yang mendorong. Saya lihat, dorongan itu murni, bukan dibuat-buat," papar Firjaun.

Keluarga besarnya, lanjut Firjaun, juga akan menghormati keputusannya maju dalam politik praktis kali ini. Firjaun berasal dari Bani Shiddiq, salah satu trah kiai yang cukup berpengaruh di NU. "Saya berangkat (maju) ini atas nama keinginan warga Jember, bukan hanya sekadar Bani Shiddiq. Kebetulan saja saya dari Bani Shiddiq. Tetapi saya majunya dari keinginan masyarakat dan amanat para kiai," tutur Firjaun.

Ditemui di tempat yang sama, Hendy Siswanto mengaku mengajak Firjaun sebagai salah satu strateginya untuk bisa maju secara head to head melawan kandidat petahana, yakni Bupati Jember, dr Faida. Bupati Faida saat ini tercatat maju kembali dari jalur independen.

Figur Firjaun yang merupakan tokoh agama non partai dianggap Hendy bisa memperlancar rencananya untuk menyapu bersih rekomendasi dari seluruh partai yang ada di Jember.

"Kalau saya maju head to head, maka saya harus mendapat dukungan dari seluruh partai yang ada. Masing-masing partai kan ingin menaruh kadernya sebagai wakil. Salah satu solusinya biar bisa meraih dukungan semua partai, maka saya harus mengambil wakil dari nonpartai. Pilihan itu adalah Gus Firjaun," tutur Hendy.

Sosok Firjaun, diyakini bisa merangkul seluruh komponen yang ada di Jember. "Saya sangat yakin, sulit mencari Gus Firjaun kedua di Jember. Kita sama-sama asli Jember," papar pemilik salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Jember ini.

Hendy optimistis bisa meraih dukungan dari semua partai, meski sebelumnya PKB sudah menyatakan mendukung Ifan Ariadna. Dukungan tersebut dinilai belum final, karena baru berupa surat tugas, bukan surat rekomendasi resmi.

"Sejauh ini belum ada satupun partai yang memberikan rekomendasi, kecuali Gerindra. Itu juga sudah lama sekali. Sampai sekarang juga belum ada pasangannya," ujar Hendy.

Sebelumnya, pada awal 2020, Partai Gerindra telah menurunkan surat rekomendasi resmi kepada mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Surabaya, Djoko Susanto.

Dalam waktu dekat, Hendy optimistis akan segera meraih dukungan resmi berupa surat rekomendasi partai.

"Insya Allah dalam waktu dekat, kita akan deklarasi maju bersama Gus Firjaun ketika sudah ada dukungan rekom dari beberapa partai saja. Minimal 10 (kursi) saja, kita akan deklarasi," ujar Hendy.

Sesuai ketentuan undang-undang, pasangan calon harus meraih rekomendasi dukungan dari gabungan partai yang memiliki minimal 10 kursi dari total 50 kursi di DPRD Jember. "Paling lambat pertengahan Agustus, kita sudah harus deklarasi," pungkas Hendy. (mdk/cob)

Baca juga:
Camat di Jember Hadiri Sidang Perdana Kasus 'Salam Dua Periode'
Verifikasi Faktual, Petugas KPU di Jember Kaget Terdaftar Sebagai Pendukung Bupati
DPRD Jember Bentuk Pansus Pilkada Serentak 2020
Buntut Kasus 'Salam Dua Periode', Camat di Jember Gugat Bawaslu dan KASN Rp533 Juta
PKB dan NU Dukung Ifan Ariadna di Pilkada Jember
Tak Terbukti Menyalahgunakan Kekuasaan, Bupati Jember Faida Lolos Sanksi Pemilu

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami