Ledakan Bom Bunuh Diri di Medan, Pemprov Bali Pastikan Tak Ganggu Pariwisata

PERISTIWA | 13 November 2019 16:53 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Kepala Dinas Pariwisata Bali I Putu Astawa memastikan ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan tidak mengganggu pariwisata di Bali. Dia memastikan sinergi TNI-Polri dan masyarakat akan membantu menciptakan keamanan di Bali.

"Kalau di Bali secara langsung masih belum. Cuman (secara) psikologis orang kan pasti. Jadi harapan kita tidak berdampak ke Pariwisata Bali ya. Jadi Bali masih aman dengan sistem keamanan yang sinergi antara pihak kepolisian, TNI dan pengamanan Desa Adat dan Desa Dinas. Itu yang menjadi benteng kita untuk menjaga keamanan itu," kata Astawa saat dihubungi, Rabu (13/11).

Terkait peristiwa tersebut, pihaknya belum mengeluarkan statement official ke luar negeri. "Belum. Nanti kita akan lapor dulu ke Bapak Gubernur terkait dengan ini," imbuhnya.

1 dari 2 halaman

Turis Diimbau Tak Panik

Astawa juga mengimbau wisatawan asing maupun lokal tidak perlu panik atas kejadian bom bunuh diri di Medan. Dia menegaskan, Pulau Bali masih aman untuk dikunjungi.

"Kita punya sistem pengamanan, mulai dari aparat kepolisian bersinergi dengan pihak Pecalang di Desa Adat bersama hansip yang ada di Desa Dinas untuk mewaspadai setiap kejadian-kejadian yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan. Karena, masalah keamanan sangat sensitif sekali dengan dunia pariwisata," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Ledakan Usai Polisi Apel

Ledakan bom bunuh diri terjadi di lingkungan kantor Polrestabes Medan. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal menyebut bom meledak sekitar pukul 08.00 WIB usai petugas apel pagi.

"Jadi sekira pukul 08.00 lewat, setelah pelaksanaan apel pagi di Polrestabes Medan, diduga pelaku berjalan di halaman apel tersebut, jeda beberapa saat di depan kantor bagian operasi Polrestabes Medan pelaku meledakkan diri," kata Iqbal.

Akibat ledakan 6 orang mengalami luka-luka. 5 Korban adalah anggota kepolisian dan satu orang dari sipil. "Korban tidak ada yang luka parah dan beberapa kendaraan dinas rusak. Saat ini Densus 88 dan tim dari Polda Sumut dan Polrestabes sedang melakukan proses selanjutnya untuk mencari tahu pelaku masuk dalam jaringan apa atau kelompok apa," ujarnya. (mdk/ray)

Baca juga:
Bom Polrestabes Medan, Pengemudi Ojol Tak Masalah Sulit Masuk Kantor Polisi
Pengemudi Ojek Online Khawatir Sulit Bekerja Pasca Kasus Bom Bunuh Diri di Medan
Fakta-Fakta Terbaru Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan
Bom Bunuh Diri di Medan, Menag Sebut Program Deradikalisasi Tetap Dilanjutkan
Polri Klaim Situasi Medan Kondusif Usai Bom Bunuh Diri di Polrestabes