Ledakan Bom Bunuh Diri di Polresta Medan, LPSK Fokus Penanganan Medis Korban

PERISTIWA | 13 November 2019 12:22 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) merespons kasus ledakan yang terjadi di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11) pagi. Mereka akan fokus pada penanganan medis para korban.

Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo menyatakan, pihaknya segera berkoordinasi dengan Polda Sumut, Polresta Medan dan Densus 88, guna memastikan ledakan di Polrestabes Medan termasuk kategori serangan terorisme.

Selanjutnya LPSK akan mendata para korban kejadian itu. Mereka segera menurunkan tim ke lokasi untuk mendapatkan informasi faktual mengenai kejadian dan korban jiwa yang terdampak kejadian itu.

"LPSK akan menyisir korban yang terdampak dari ledakan tersebut, karena mandat UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, LPSK diwajibkan memberikan bantuan medis sesaat setelah kejadian," kata Hasto dalam siaran persnya.

Untuk penanganan medis bagi korban, LPSK segera membuat Surat Jaminan ke rumah sakit tempat korban dirawat.

Ledakan terjadi di Polresta Medan, Rabu (13/11) pagi sekitar pukul 08.45 WIB. Ledakan diduga berasal dari bom bunuh diri.

Melihat dari lokasi kejadian, LPSK menduga, sasaran pelaku ledakan adalah aparat. "Tidak menutup kemungkinan warga sipil lainnya yang kebetulan tengah berada di dekat lokasi kejadian," sebut Hasto.

Baca juga:
Kronologi Lengkap Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan
Polisi Cek Kaitan Pelaku Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan & Kelompok Teroris
Kronologi Ledakan Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan
Ketua DPR Minta Polisi Usut Penyerangan Bom di Mapolrestabes Medan
Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Berjaket Ojol, Mengaku Membuat SKCK
Enam Orang Terluka Pascaledakan di Polrestabes Medan, 4 Polisi, 1 PHL & 1 Pemohon SKC

(mdk/cob)