Lempar Alquran, Seorang Warga di Makassar Diamankan Polisi

Lempar Alquran, Seorang Warga di Makassar Diamankan Polisi
PERISTIWA » MAKASSAR | 10 Juli 2020 13:35 Reporter : Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Ince Ni'matullah (40), warga Jalan Tentara Pelajar, Kecamatan Wajo, Makassar diamankan polisi. Dia diproses di Polres Pelabuhan dengan sangkaan kasus penistaan agama, lantaran melempar dan nyaris merobek Alquran di depan warga, Kamis (9/7).

Videonya viral sehingga menuai protes. Warga mendatangi Mapolres Pelabuhan menuntut pelaku diproses dengan tegas.

"Pelaku sudah diamankan dan diproses di Polres Pelabuhan Makassar. Insya Allah kasus ini kita proses sampai tuntas. Akan dikenakan pasal 156 huruf (a) KUHPidana soal penistaan agama. Dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," kata Kapolda Sulsel Irjen Polisi Mas Guntur Laupe di Mapolres Pelabuhan, Jumat (10/7).

Kata Guntur, pemicu tindakan pelaku karena terusik dengan warga setempat yang kerap berkumpul di lorong depan rumahnya. Warga kerap berkumpul main gaple, domino sehingga membuat pelaku emosi.

"Terkadang jika orang emosi, marah, barang di sekitarnya jadi pelampiasan. Dengan amarah inilah, akhirnya dia (pelaku) mengambil kitab Alquran dan melemparkan ke arah warga yang ada di sekitar atau di depan rumahnya itu. Soal kitab Alquran jadi pelampiasan emosinya, di situlah kekeliruannya, khilafnya yang bersangkutan. Makanya karena pelaku ditangkap dan diproses pidana," terang Guntur.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, dipastikan kondisi kejiwaan pelaku tidak bermasalah. Tujuan pelaku melempar Alquran agar warga yang kerap mengganggu itu tidak lagi berkerumun main gaple.

"Tapi mungkin ini karena kedua belah pihak ada ketidakcocokan sebelumnya sehingga mungkin ada pihak lain memancing-mancing amarahnya sehingga timbul emosi. Jadi apapun diambilnya karena emosi dan salahnya dia karena mengambil Alquran dan melemparkan ke orang-orang itu sambil berteriak bahwa dia adalah Yahudi padahal dia Islam murni," terang Guntur.

Adapun Ince yang juga dihadirkan dalam konferensi pers itu menyampaikan permohonan maaf. "Saya mohon maaf, saya khilaf. Saya tidak sengaja, spontan ambil Alquran. Tidak ada maksud menghina agama Islam. Tidak ada maksud apapun," ujar Ince.

Ditanya soal Alquran jadi sasaran dan berteriak dirinya Yahudi, Ince mengaku bingung mau bicara apa lagi, semuanya serba lepas kontrol.

Kejadian tersebut berlangsung pada Kamis kemarin pukul 12.00 WITA. Dia dalam perjalanan pulang melalui lorong. Di depan rumahnya, ada warga main gaple.

Di antara warga itu ada yang yang berkata 'jangan bilang, jangan lapor ada main domino karena ini hanya duduk-duduk.'

Tidak terima dia dituduh suka melapor, Ince membantah dan kemudian mengambil Alquran dan dilemparkan ke arah warga sambil berkata tidak takut dosa. Alquran dijadikan pelampiasan karena merasa dituduh.

"Saya khilaf, tidak tahu mau bicara apa. Saya lepas kontrol," ujarnya terisak. (mdk/cob)

Baca juga:
Sebut Santri Calon Teroris, Denny Siregar Dipolisikan Forum Mujahid Tasikmalaya
Polisi Tangkap Pelaku Penistaan Agama Islam di Simalungun
Memelesetkan Doa, Tiga Remaja Wanita di Makassar Ditangkap Polisi
Julie Chaniago Penghina Rasulullah 24 Tahun di AS, Ayah Pensiunan TNI Ibu Guru Agama
WNI di AS Hina Nabi Muhammad, Ustaz Yusuf Mansur Tulis Pesan Tegas ke Jokowi & Polisi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami