Lewat HMPI, Trah Cendana ingin benahi pertanian hingga pendidikan

Lewat HMPI, Trah Cendana ingin benahi pertanian hingga pendidikan
Tommy Soeharto. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
NEWS | 1 September 2015 08:03 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo

Merdeka.com - Setelah Presiden Republik Indonesia kedua Soeharto menyatakan berhenti pada 21 Mei 1998, pamor keluarganya sedikit meredup. Namun, bukan berarti mereka tenggelam.

Selepas kedua orang tua mereka mangkat, enam anak Soeharto dan Siti Hartinah jarang menampakkan diri. Mereka adalah Siti Hardiyanti Rukmana atau kerap disapa Mbak Tutut, Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Hariyadi atau kerap disapa Titiek Suharto, Hutomo Mandala Putra yang akrab disapa Tommy Soeharto, dan si bungsu Siti Hutami Endang Adiningsih atau sering dipanggil Mamik.

Meski demikian, belakangan sosok Tommy Suharto kembali mencuat. Pria yang di masa lalu dikenal hobi otomotif dan agak flamboyan itu kini terlibat dalam sebuah organisasi massa. Namanya Himpunan Masyarakat Peduli Indonesia.

"Mas Tommy jadi Dewan Pembina HMPI," kata Ketua HMPI, Begug Poernomosidi, kepada merdeka.com.

Begug mengatakan, Tommy tertarik bergabung dengan ormas dia bentuk karena kesamaan visi dan misi. Menurut dia, lembaga itu hanya terfokus buat membantu mengembangkan ekonomi kerakyatan, pertanian, peternakan, pendidikan, pelatihan, serta konservasi budaya.

"Saya sama Mas Tommy sebelum deklarasi sudah ketemu. Setelah pikirannya sama dia bilang 'ya sudah, jalan," ujar Begug.

Begug menyatakan, sebenarnya Sigit juga terlibat dalam mengembangkan pertanian. Hanya saja dia tidak bergabung dalam ormas itu.

"Mas Sigit di balik layar saja. Dia juga ikut membantu pertanian. Memberikan bibit, sorgum ke petani-petani. Mereka sebenarnya mudah terlibat, asal prinsipnya satu, jangan menipu," lanjut Begug.

Hanya saja menurut Begug, Tommy enggan terjun ke dunia politik. Peran Tommy, adalah menanam modal dan meminjamkannya bagi para petani dan pengusaha kecil dan menengah.

"Kalau Mas Tommy merasa enggak perlu ikut-ikutan politik. Biarlah itu urusan mereka saja. Prinsipnya bagaimana memajukan bangsa dengan mengutamakan ekonomi kecil dan menengah dan melestarikan budaya," lanjut Begug.

Hanya saja, setelah ormas HMPI diumumkan dan di dalamnya ada keterlibatan Tommy, Begug mengaku banyak orang mencarinya.

"Banyak orang setelah tahu ada mas Tommy, malah cari-cari saya, minta gabung. Saya bilang ini organisasi enggak ada uangnya. Kalau mau berikan sumbangsih. Bukan untuk cari kerja atau proyekan," imbuh Begug. (mdk/hhw)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami