Lewat Simposium, Esport Mencari Jati Diri di Haornas 2019

PERISTIWA | 7 September 2019 13:29 Reporter : Bagus Suryadinata

Merdeka.com - Perkembangan Esport di Indonesia bagaikan putaran Bola Salju.Olahraga elektronik ini semakin berkembang di Indonesia.

Namun seiring semakin populernya Esport di Indonsia beragam polemik masih mengiringi. Di mana salah satunya, layakkah E sport dikategorikan sebagai olahraga. Terkait hal ini dalam rangkaian Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2019, Kemenpora menggelar Simposium Interprestasi Dalam Wacana Keolahragaan.

Simposium ini menghadirkan akademisi ekonomi, kesehatan, industri, standarisasi keolahragaan, dan organisasi E-sport (IESPA). Kegiatan ini diharap menjadi bahan telaah terhadap fenomena maupun konsep E-sport sebagai salah satu dasar pertimbangan pengambilan kebijakan terhadap pengembangan keolahragaan.

Kegiatan ini, Kemenpora melalui Deputi Pembudayaan Olahraga, Raden Isnanta membedah perkembangan esport di Indonesia dengan segala pro kontra yang ada.

"Esport ini sudah berkembang secara kemandirian di masyarakat, jadi bagaimana tugas Pemerintah untuk mengarahkan. Apalagi Esport juga sudah berkembang mengarah ke olahraga prestasi jadi harus ada standard baku yang ditetapkan oleh organisasi internasional, kompetisi juga harus jelas," katanya.

Isnanta menambahkan, dengan perkembangan yang begitu cepat, Kemenpora selaku perwakilan pemerintah setidaknya memikirkan peraturannya. Atas dasar ini kegiatan ini terlaksana.

"Teknologi menciptakan olahraga ini. Perkembangannya begitu cepat. Peraturannya harus segera dibuat," kata ia.

"Kita harus berpikir positif. Ini kemajuan zaman yang tak bisa dibendung. Hanya saja jenis permainannya harus diverifikasi, sehingga tidak berdampak yang tidak diinginkan terhadap anak-anak," beber ia.

Sementara itu turut hadir dalam Simposium tersebut, Pakar Keilmuan olahraga, Profesor Adang Suherman belum menemukan kategori olahraga dalam tubuh ESport. Terlebih bila beracuan pada Sistem undang-undang olahraga Indonesia.

"Berdasarkan sistem undang-undang olahraga Indonesia memang saya belum menemukan bahwa Esport masuk dalam olahraga. Seperti diketahui ada lima unsur yang harus terpenuhi yakni adanya aktivitas fisik, dapat menjadi latihan, adanya kompetitif, adanya organisasi internasional, dan dapat diterima secara umum," beber Adang.

(mdk/hrs)