LHKPN: Harta Calon Kapolri Idham Aziz Rp5,5 Miliar

LHKPN: Harta Calon Kapolri Idham Aziz Rp5,5 Miliar
PERISTIWA | 30 Oktober 2019 18:00 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Komisi III DPR secara aklamasi menyetujui Idham Azis menjadi Kapolri menggantikan Tito Karnavian yang diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Menelisik harta Idham Azis melalui elhkpn.kpk.go.id, Idham tercatat memiliki harta sebesar Rp5,5 miliar. Dalam laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diakses Liputan6.com pada Rabu (30/10/2019), Idham melaporkan hartanya pada Desember 2018 saat akan menjadi Kabareskrim.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini tercatat memiliki sembilan bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Kota Depok dan Kendari. Seluruhnya, tanah dan bangunan yang dimiliki Idham senilai Rp3.458.937.000.

Untuk harta bergerak, Idham tercatat memiliki alat transportasi, di antaranya Toyota Innova Venturer 2017 dan Toyota Kijang Innova 2016 senilai Rp730 juta. Harta bergerak lainnya milik Idham yakni Rp490 juta.

Sementara kas dan setara kas lainnya milik Idham Rp834.871.813. Idham tercatat tak memiliki surat berharga. Idham juga tak disebutkan memiliki utang dalam laman tersebut. Sehingga, total harta milik Idham senilai Rp5.513.808.813.

Adapun tujuh program prioritas Idham bila menjadi Kapolri adalah:

1. Mewujudkan SDM yang unggul
2. Pemantapan Harkamtibmas
3. Penguatan Gakum yang profesional dan berkeadilan
4. Pemantapan manajemen media
5. Penguatan sinergi polisional
6. Penataan kelembagaan
7. Penguatan pengawasan

Agenda yang mendapat atensi :

1. Pengamanan 270 Pilkada serentak di 9 provinsi
2. Pengamanan PON ke-20 di Papua
3. Menanggulangi intoleransi, radikalisme, dan terorisme
4. Menanggulangi permasalahan yang mendapat atensi publik, seperti karhutla, korupsi, kejahatan siber, hingga narkoba
5. Mengamankan pembangunan infrastruktur.

Untuk diketahui, Idham Azis menjadi calon Kapolri tunggal yang direkomendasikan oleh Jokowi setelah Kapolri sebelumnya, Tito karnavian, diamanatkan sebagai Menteri Dalam Negeri Kabinet Indonesia Maju 2019-2024.

Sebelumnya, Komisi III DPR RI telah menyetujui Komjen Idham Azis sebagai Kapolri yang baru secara aklamasi. Hal tersebut diambil berdasarkan keputusan masing-masing fraksi usai menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon Kapolri.

"Seluruh fraksi aklamasi untuk menyetujui Komjen Idham Azis menjadi Kapolri. Yang mana sore ini keputusan tingkat pertama dan sore ini bersurat pada pimpinan DPR untuk besok diagendakan dalam rapat paripurna,” kata Ketua Komisi III Herman Herry, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

"Setuju?" tanya Herman kepada anggota Komisi III.

Setelah semua anggota Komisi III setuju, Idham lantas mengucapkan syukur dan terima kasih.

"Terima kasih atas pelaksanaan proses uji kelayakan, dalam ruang mulia ini dan terhormat. Izin saya berikan komitmen melaksanakan tugas dengan baik dan tanggung jawab dengan slogan pengabdian terbaik untuk institusi Polri," katanya.

1 dari 2 halaman

Larang Senjata Api

api rev1

Komjen Idham Azis, menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) dengan Komisi III DPR RI sebagai calon tunggal Kapolri. Salah satu misi Idham ialah menjadikan anggota Polri yang humanis dalam penanganan unjuk rasa.

Dia berjanji dalam penanganan unjuk rasa Polri bakal memberikan pelayanan pengawalan dan pengamanan untuk melindungi massa pengunjuk rasa maupun masyarakat di sekitarnya.

"Penanganan unjuk rasa dilakukan secara humanis dengan mengedepankan tim negosiator polwan dengan kekuatan yang proporsional," kata Idham saat uji calon Kapolri di ruang komisi III DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (30/10).

Idham menekankan, dalam menghadapi unjuk rasa tidak dibenarkan menggunakan senjata api, baik peluru karet maupun senjata tajam. "Namun demikian Polri tetap menyiapkan kompi anti anarkis jika unjuk rasa berkembang menjadi kerusuhan," ucapnya.

Idham pun menceritakan pengalamannya saat menjadi Kapolda Metro Jaya. Supaya suasana tetap kondusif, Idham mencari koordinator lapangan demonstran dan membangun komunikasi.

"Paling penting kita deteksi dini dulu kita cari korlapnya, temen temen ingin kita bangun komunikasi, satu kata kuncinya komunikasi," kata dia.

Menurutnya, komunikasi yang baik merupakan cara ampuh. Tidak ada hal yang tidak selesai jika berkomunikasi.

"Dan saya ingatkan gak boleh ada aturan main, dan semua bisa mereka lakukan, karena kita mau membangun komunikasi," tandas Idham.

2 dari 2 halaman

Anggota Tak Netral

netral rev1

Calon Kapolri Komjen Idham Azis menegaskan bahwa anggotanya akan netral dalam pelaksanaan Pilkada 2020 mendatang. Idham berjanji menindak anggotanya yang bermain politik.

"Saya akan memberikan jaminan bahwa Polri itu netral, saya harus memberi jaminan itu bahwa pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020 kami semua Polri netral dan itu mulai dari saya," tegas Idham saat fit and proper test di Komisi III DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (30/10).

Kabareskrim itu tidak memungkiri bila masih ada oknum polisi yang tidak netral. Satu-satunya cara supaya kapok dengan tindak tegas.

"Mungkin ada yang tidak netral, itu oknum pak, dan kalau ada yang tidak netral satu obatnya kita tindak," tegas jenderal bintang tiga itu.

"Jadi saya tidak akan pernah ragu menindak anggota jika dia tidak melakukan seusai prosedur," pungkas Idham Azis.

Baca juga:
Idham Azis Janji Permudah Lulusan Madrasah Aliyah Masuk Polri
Tito Karnavian Harap Kapolri Baru Bisa Reformasi Internal
Fit and Proper Test Idham Azis, PKS Singgung Hubungan Polri dan Umat Islam Renggang
Komisi III DPR Setuju Komjen Idham Azis jadi Kapolri Secara Aklamasi
Tandatangani Pakta Integritas, Calon Kapolri Idham Azis Kutip Buku BJ Habibie
Idham Azis Tegaskan Radikalisme Dilakukan Oknum Bukan Representasi Ajaran Agama

(mdk/ded)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami