Libur Akhir Tahun Dipangkas, Dinas Pariwisata Bali Optimis 12 Ribu Wisatawan Perhari

Libur Akhir Tahun Dipangkas, Dinas Pariwisata Bali Optimis 12 Ribu Wisatawan Perhari
PERISTIWA | 5 Desember 2020 00:01 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Pemerintah memutuskan memotong tiga hari libur akhir tahun. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Putu Astawa, tidak bisa memungkiri kebijakan itu pasti berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan dalam negeri ke Bali.

"Berpengaruh, terutama bagi pekerja-pekerja formal pasti dia tanggung untuk bepergian. Pasti ada pengaruhnya," kata kata Astawa, saat dihubungi Jumat (4/12).

"Tapi, itu kita bisa pahami. Mungkin, ada pertimbangan kenapa libur itu dikurangi. Biasanya, kalau libur panjang itu ada pergerakan orang untuk berlibur. Akhirnya menjadi kerumunan, sehingga akan menambah kasus (Covid-19) latar belakangnya dari itu dan dapat kita pahami," imbuhnya.

Tetapi, dia memprediksi kunjungan wisatawan domestik pada akhir tahun 2020 akan lebih ramai dari pada liburan akhir Oktober lalu dan libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW yang sebelumnya.

Ia juga memprediksi, wisatawan domestik mulai berdatangan ke Pulau Dewata pada tanggal 24 Desember mendatang. Pihaknya, juga berharap kunjungan wisatawan mencapai 12 ribu perhari di libur akhir tahun 2020 ini.

"Kemarin, di Maulid Nabi itu sampai 10 ribuan (perhari). Dan saya berharap bisa lebih dari 10 ribu. Bisa sampai 12 ribu perhari mulai tanggal 24, tapi ini prediksi," ujarnya.

Ia juga mengatakan, untuk di hari biasa di masa pandemi Covid-19, wisatawan domestik yang datang ke Bali sekitar 5 hingga 6 ribu perhari. Namun, pihaknya mengimbau bagi masyarakat serta wisatawan domestik yang datang ke Bali untuk tetap menjaga protokol kesehatan dengan disiplin.

"Jadi, kita mengimbau supaya libur itu aman dan nyaman bebas dari kerumunan, karena itu yang penting. Sehingga, untuk kesehatan jalan dan ekonomi juga bisa berjalan. Tetap menjalankan protokol kesehatan dengan tertib dan disiplin. Karena, saya tidak mau nanti dituding akibat dari adanya libur panjang ini muncul klaster baru itu yang kita antisipasi," ujar Astawa. (mdk/lia)

Baca juga:
Satgas Sebut Masyarakat Abaikan Protokol Kesehatan Sejak Libur Panjang Akhir Oktober
Pakar Kesehatan: Pemangkasan Cuti Bersama Sangat Efektif Kurangi Kasus Covid-19
Halau Pemudik, Pemkot Solo Tempatkan Satgas Pemantau Pintu Masuk Kota
Satgas Minta Pemda Tegas Tegakkan Disiplin Prokes saat Libur Akhir Tahun
Ganjar Imbau Warga Jateng Tak Bepergian saat Libur Akhir Tahun
AP II Prediksi Puncak Libur Natal dan Tahun Baru Mulai 23 Desember

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami