Libur Panjang, Pemerintah Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan di Tempat Wisata

Libur Panjang, Pemerintah Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan di Tempat Wisata
wisatawan padati pantai lagoon ancol. ©2018 Liputan6.com/Faizal Fanani
NEWS | 20 Agustus 2020 20:23 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyadari banyak masyarakat yang memanfaatkan long weekend atau libur akhir pekan panjang untuk pergi ke tempat-tempat wisata. Dia meminta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan mengingat masih mewabahnya Covid-19.

Adapun long weekend dimulai pada 17 Agustus atau HUT ke-75 RI dan dilanjutkan dengan tahun baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriah, Kamis (20/8). Wiku menyebut banyak masyarakat pergi ke wisata alam namun tidak menerapkan jaga jarak dan menimbulkan kerumunan.

"Misalnya, terjadi kerumunan di Bukit Besak Sumatera Selatan, ada 6.000 pendaki saat liburan 17 Agustus. Kemudian juga di Pantai Pangandaran juga berkerumun, di Gunung Bawakaraeng Sulawesi Selatan ada 6.000 pendaki yang berkumpul dan tidak menerapkan physical distancing, jaga jarak," kata Wiku saat konferensi pers, Kamis sore.

Wiku pun mengingatkan agar masyarakat memperhatikan protokol kesehatan agar tidak memunculkan klaster baru Covid-19. Selain itu, dia meminta penyelenggara wisata serta tempat penginapan menerapkan disiplin protokol kesehatan kepada para pengunjung.

"Betul-betul dijaga kapasitasnya hanya 50 persen, jaga jarak, sediakan fasilitas cuci tangan yang baik dan pastikan seluruh pengunjung menggunakan masker," jelasnya.

"Masyarakat betul-betul dapat disiplin melakukan hal tersebut karena kalau kita tidak disiplin nanti kita yang memanen kasusnya di beberapa hari ke depan. Inilah yang harus kita hindari," sambung Wiku.

Dia menyampaikan bahwa pemerintah telah berupaya untuk menekan penyebaran Covid-19. Wiku menyebut sudah ada peningkatan penanganan Covid-19 di tanah air.

"Mohon agar hal-hal seperti ini tidak terulang di dalam liburan kali ini. Karena prestasu yang kita capai sudah cukup lama, tidak boleh kita rusak karena keteledoran atau ketidakdisiplinan kita semua," ucap Wiku.

Reporter: Lizsa Egeham (mdk/ray)

Baca juga:
Mencicipi Bubur Suro, Sajian Khas Saat Peringatan Tahun Baru Jawa
Ritual Jamasan Pusaka Menyambut 1 Suro
Digelar Saat Pandemi, Begini 5 Perayaan Malam 1 Suro di Berbagai Daerah
CEK FAKTA: Tidak Benar Video Pesta Kembang Api Merayakan Tahun Baru Islam 1442 H
162.000 Kendaraan Tinggalkan Jakarta jelang Libur Panjang Tahun Baru Islam

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami