Libur Panjang, Satgas Covid-19 Sumut Perketat Protokol Kesehatan di Lokasi Wisata

Libur Panjang, Satgas Covid-19 Sumut Perketat Protokol Kesehatan di Lokasi Wisata
PERISTIWA | 30 Oktober 2020 20:08 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Masa libur panjang pekan ini menjadi perhatian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sumatera Utara (Sumut). Mereka berupaya meningkatkan penegakan disiplin protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona di objek-objek wisata.

"Hampir semua imbauan dari Pemerintah Pusat sudah kita lakukan di sini, namun kita intensifkan lagi penegakan protokol kesehatan di Sumut. Kita perluas area penegakan protokol kesehatan, terutama di objek-objek wisata," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumut R Sabrina usai rapat dengan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan secara virtual di Posko Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, Jalan Jenderal Sudirman, Medan, Jumat (30/10).

Upaya Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, menurut Sabrina, telah membuat sebagian masyarakat sadar akan pentingnya protokol kesehatan. Dia berharap kedisiplinan masyarakat tetap dilaksanakan di mana pun mereka berada.

"Masyarakat kita mayoritas sudah sadar pentingnya protokol kesehatan. Kita tentu harapkan ini dibawa ke tempat tujuan mereka dan menyosialisasikannya. Misalnya orang kota yang pulang kampung, sosialisasikan protokol kesehatan di sana, sehingga masyarakat kita secara menyeluruh menerapkan protokol kesehatan. Begitu juga orang yang datang ke kota, di kota mereka lebih didorong untuk melaksanakan protokol kesehatan," sebut Sabrina.

Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Sumut Alwi Mujahit, kasus Covid-19 di Sumut tidak mengalami kenaikan atau penurunan dalam beberapa hari terakhir. Bukan hanya itu, pasien-pasien Covid-19 di rumah sakit (RS) rujukan juga menurun signifikan,. Menurutnya persiapan ekstra untuk ruang isolasi, ICU atau perawatan pasien, belum dibutuhkan.

"Beberapa hari kasus Covid-19 di Sumut itu flat. Jumlah pasien yang dirawat juga menurun. Jadi, fasilitas kesehatan kita sekarang masih sangat cukup, misalnya di RS Martha Friska hanya ada 40 persen dari 110 kamar yang tersedia, di RS GL Tobing malah lebih rendah lagi, tinggal 6 atau 7 pasien dari 49 kamar. Keyakinan ini juga bertambah dari pemantauan kita kalau penegakan protokol kesehatan berjalan," kata Alwi.

Luhut Binsar Pandjaitan selaku Koordinator Satgas Penanganan Covid-19 untuk 9 provinsi (DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Bali, Sumatera Utara dan Papua) mengatakan mayoritas kasus di Indonesia mengalami penurunan. Namun dia meminta untuk waspada usai libur panjang kali ini.

"Trennya beberapa pekan terakhir membaik, jadi jangan pula usai libur malah naik lagi. Kalau saya lihat beberapa provinsi sudah baik antisipasinya. Walau begitu, saya minta kepada seluruh Satgas pastikan obat-obatan cukup, ruang isolasi, ICU dan fasilitas kesehatan lainnya cukup dan persiapkan menerima orang yang pulang berlibur," kata Luhut dalam rapat itu. (mdk/rhm)

Baca juga:
Menhub Apresiasi Petugas Pelabuhan Tanjung Priok Terapkan Protokol Kesehatan
Polisi Akan Panggil Pemilik Kafe Diduga Langgar Protokol Kesehatan Saat Pandemi
Cegah Lonjakan Kasus Covid, Menhub Sidak Protokol Kesehatan di Stasiun dan Terminal
Tak Terapkan Protokol Kesehatan, Belasan Pelaku Usaha di Sukabumi Ditegur
Persiapan Jabar Sambut Wisatawan, Cek Protokol Kesehatan hingga Pengetesan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami