Lima Gereja Rusak akibat Gempa di Tapanuli Utara

Lima Gereja Rusak akibat Gempa di Tapanuli Utara
Ilustrasi gempa bumi. ©2020 Merdeka.com/liputan6.com
NEWS | 1 Oktober 2022 15:38 Reporter : Uga Andriansyah

Merdeka.com - Lima bangunan gereja dilaporkan rusak setelah gempa magnitudo 5,8 mengguncang Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Sabtu (1/10) dini hari. Bukan hanya itu, satu sekolah dan belasan rumah di Desa Sibaragas dan Desa Lumban Motung, Kecamatan Pagaran, Kabupaten Tapanuli Utara, juga turut rusak akibat bencana itu.

"Ini masih data sementara yang kami dapat," kata juru bicara Polres Tapanuli Utara, Aiptu Walpon Baringbing.

Menurut laporan dari kepolisian, gempa bumi tektonik itu juga mengakibatkan beberapa ruas jalan amblas.

2 dari 2 halaman

Satu Warga Meninggal

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Haris Lubis mengatakan, sejumlah bantuan telah disalurkan ke lokasi yang terdampak gempa. Bantuan itu berupa bahan kebutuhan pokok, tenda pengungsian, selimut, matras, dan makanan untuk kebutuhan keluarga. Saat ini BPBD Sumut masih mendata dampak kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.

"Sesuai dengan instruksi Gubernur Sumut Edy Rahmayadi untuk merespons cepat kejadian bencana dini hari tadi, kami sudah kirim bantuan logistik dan tim personel kaji cepat ke lokasi terdampak bencana," tandasnya.

Seperti diberitakan, gempa yang mengguncang Tapanuli Utara mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan sembilan orang lainnya luka-luka.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahkan mendata telah terjadi puluhan gempa susulan signifikan di Tapanuli Utara. (mdk/yan)

Baca juga:
Gempa Dangkal di Tapanuli Utara: 1 Warga Meninggal dan 9 Luka
Gempa Magnitudo 5.5 Guncang Melonguane Sulawesi Utara
BPBD: Tidak Ada Kerusakan Akibat Gempa Bumi M 6,4 di Meulaboh Aceh
BMKG Jelaskan Penyebab Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Aceh
Aceh Dilanda Gempa 2 Kali usai Diguncang Magnitudo 6,4, Belum Ada Laporan Kerusakan

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini