'Literasi Digital Jadi Kunci Melindungi Data Pribadi di Internet'

'Literasi Digital Jadi Kunci Melindungi Data Pribadi di Internet'
ilustrasi internet. © lynn-library.libguides.com
NEWS | 15 September 2021 15:05 Reporter : Mardani

Merdeka.com - Angka pengguna internet di tanah air terus mengalami kenaikan. Berdasarkan data terakhir dari Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII), penetrasi internet Indonesia di kuartal II tahun lalu sudah menyentuh 73,7 persen, meningkat dari 64,8 persen di tahun 2018.

Anggota Komisi I DPR, Muhammad Farhan menyoroti keamanan data pribadi di internet menjadi hal penting yang harus diketahui masyarakat. Menurutnya, keamanan data di ranah digital hanya akan efektif diselesaikan apabila masyarakat paham batasan informasi apa yang dapat di-share di dunia digital.

"Benteng pertahanan untuk melindungi data pribadi adalah literasi digital, dimulai dari diri sendiri," kata anggota Fraksi Partai NasDem itu, Rabu (15/9).

Dia mengatakan, meski payung hukum Pelindungan Data Pribadi alias RUU PDP masih dalam proses, kultur kesadaran kerahasiaan dan keamanan informasi data pribadi harus sudah dibangun dari sekarang.

"Sebagai pengguna internet yang hati-hati dan bijak, seluruh lapisan masyarakat harus memahami bagaimana untuk menjaga informasi dengan baik, karena menjaga data pribadi adalah tugas bersama," katanya.

Analis Kerjasama Subdirektorat Tata Kelola Perlindungan Data Pribadi Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informasi, Nindhitya Nurmalitasari menyatakan, UU PDP menjadi instrumen hukum dan peron Kemkominfo untuk mengawasi, menginvestigasi, memberikan rekomendasi, serta menjatuhkan sanksi administrasi atas adanya pelanggaran.

Namun demikian, dia mengatakan, hal itu juga tidak dapat berdiri sendiri tanpa peran dari berbagai stakeholder mulai dari pemerintah, pelaku usaha/industri, akademisi/praktisi, media massa, dan masyarakat.

"Tantangan perlindungan data pribadi sangatlah banyak, untuk itu literasi digital dan edukasi adalah kunci untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat," katanya.

Sementara itu, gencarnya usaha pemerintah untuk meningkatkan aksesibilitas internet dinilai harus dibarengi dengan pertahanan keamanan data. Pakar Digital, Ridlwan Habib menilai, perkembangan era digital menuntut negara untuk melakukan intervensi keras terhadap perlindungan data pribadi masyarakat.

"Contoh-contoh kasus yang kerap terjadi di masyarakat umum seperti data-data pelanggan pinjaman online, sampai penipuan via WhatsApp berkedok salah isi pulsa game online," katanya.

Diketahui, isu keamanan data pribadi di internet menjadi bahasan utama dalam Seminar Literasi Digital bertajuk 'Literasi Digital dan Keamanan Pribadi: Mengamankan Data Pribadi di Ruang Digital' yang digelar Ditjen APTIKA Kemkominfo bersama DPR. (mdk/dan)

Baca juga:
DPR Dorong Kasus Bocornya Data Jokowi Dibawa ke Ranah Hukum
Data Jokowi Bocor, Komisi I Tagih Kominfo Selesaikan RUU Perlindungan Data Pribadi
Ketua DPR: Kalau Data Pribadi Presiden Saja Bocor, Apalagi Warga Biasa
'Indonesia Darurat Perlindungan Data Pribadi'
Data Vaksin Jokowi Bocor, Komisi I DPR Nilai Bukti RUU PDP Mendesak Dituntaskan
BSSN: Data Pengguna eHAC Masih Tersimpan Baik

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami