Lokalisasi Gambilangu Ditutup, 226 PSK Diberi Uang Tali Asih Rp6 Juta Per Orang

PERISTIWA | 19 November 2019 20:51 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Kementerian Sosial resmi menutup lokalisasi Gambilangu berada tepat di tapal batas Semarang dan Kendal, Selasa (19/11). Dengan penutupan tersebut sudah tidak ada lokalisasi beroperasi di pulau Jawa.

"Total 226 PSK sudah kami pulangkan. Semua terdiri dari 126 untuk penghuni Gambilangu wilayah Semarang dan 100 orang yang masuk Kendal. Kalau dana tali asihnya semuanya mencapai Rp1,3 miliar," kata Dirjen Rehabilitasi Sosial, Tuna Susila dan Korban Perdagangan Orang Kemensos, Waskita Budi Kusumo, Selasa (19/11).

Dia menyebut kegiatan penutupan ini sudah terdapat 162 lokalisasi. Ia menargetkan sampai akhir tahun 2019 masih ada 169 lokalisasi yang siap ditutup. Setelah sebelumnya juga sudah menutup beberapa lokasi di kota besar seperti Dolly di Surabaya, Saritem Bandung dan belum lama ini Sunan Kuning di Jalan Argorejo Kalibanteng Semarang.

"Kemungkinan giliran lokalisasi di Ambon kita tutup minggu depan. Sedangkan menyusul Sumatera Utara, Bangka, Belitung, Bengkulu, Palangkaraya, Timika, Papua," ujar dia.

1 dari 1 halaman

Uang Tali Asih Bikin Toko Sembako

Karin, seorang PSK Gambilangu mengaku uang itu akan digunakan untuk membikin toko sembako di kampung halamannya Indramayu.

"Saya mau pulang saja ke Indramayu. Jualan sembako di sana. Ketimbang tetap tinggal di sini malah bingung," ujar dia.

Setiap PSK mendapat dana tali asih senilai Rp6 juta. "Rinciannya ada Rp250 ribu buat ongkos transportasi untuk pulang kampung, lalu Rp750 ribu untuk biaya hidup dan Rp5 juta buat modal usaha," tutup Karin. (mdk/gil)

Baca juga:
Kemensos Alokasikan Dana Bantuan Pasca-Kerusuhan Wamena Rp4,6 Miliar
Pemerintah Beri Santunan Rp15 Juta ke Ahli Waris Korban Kerusuhan Wamena
Tingkatkan Akurasi Data, Penyaluran PKH Gunakan Aplikasi Digital
Kemensos Terjunkan Tim ke Tambrauw, Nduga dan Puncak Pastikan Warga Papua Dapat PKH
Wapres JK Perintahkan Mensos Cari Lokasi Baru bagi Pencari Suaka di Kalideres
Begini Nasib 5,2 Juta Peserta BPJS Kesehatan Usai Dinonaktifkan Kemensos