Lokasi Pembunuhan di Papua Disisir, 15 Orang Ditemukan Meninggal di Distrik Yigi

PERISTIWA | 5 Desember 2018 19:13 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Pasukan TNI-Polri telah turun menuju lokasi pembunuhan puluhan pekerja pembangunan jembatan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Sesampainya di Puncak Tabo, Yigi, pasukan gabungan menemukan 15 orang meninggal dunia.

"15 orang ditemukan meninggal dunia di area puncak Tabo," ucap Wakapendam XVII/Cendrawasih Letkol Inf. Dax Sianturi, dalam keterangannya, Rabu (5/12).

Dia menuturkan, pasukan gabungan belum bisa melakukan indentifikasi terhadap 15 orang tersebut. Bahkan, belum bisa dipastikan juga apakah seluruhnya adalah pekerja PT Istaka Karya.

"Identitas korban meninggal dunia belum teridentifikasi, sehingga belum bisa dipastikan apakah keseluruhan 15 korban tersebut adalah karyawan PT Istaka Karya," ungkap Dax.

Selain itu, pihaknya juga menemukan satu korban selamat dengan kondisi tak berdaya. Adapun yang selamat bernama Johny Arung.

"1 orang ditemukan selamat dalam kondisi lemas atas nama Johny Arung. Posisi berada di Pos Mbua," jelas Dax.

Sedangkan untuk korban selamat pembunuhan di papua berjumlah 13 orang. "Dengan demikian sampai saat ini data yang kami himpun, 13 orang selamat, di mana 12 orang yang telah dievakuasi kemarin ditambah 1 orang yang ditemukan hari ini. 15 orang meninggal dunia," katanya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan, korban selamat pembunuhan di Papua sedang dirawat di RSUD Jaya Wijaya. Korban yang selamat tersebut merupakan warga sipil.

"Kondisi para korban saat ini 3 masyarakat sipil sedang dirawat di RSUD Jaya Wijaya. Kemudian satu angkatan TNI dievakuasi ke Mimika, satu terluka. Ada warga masyarakat ke evakuasi kemarin 4 karyawan Istaka, ada yang bekerja sekolahan, ada yang pekerja kesehatan karena saat itu yang bersangkutan mendengar kejadian pembunuhan pada masyarakat pendatang yang ada di lokasi itu, merapat ke Batalyon," kata Kamal saat dihubungi, Rabu (5/12).

Saat ini, kondisi para korban masih dalam proses pemulihan. "Kondisi para korban masih proses pemulihan, situasi psikis yang bersangkutan, mudah-mudahan sesegara mungkin rasa ketakutan ini hilang dari waktu ke waktu, perlahan-lahan," ujarnya.

Ia pun mengungkapkan, korban yang masih menjalani perawatan, beberapa terkena tembakan di bagian lengan kanan dan kiri pada kaki.

"Jadi pada para korban ada beberapa tembakan di lengan kanan, kiri, kaki. Berlubang krn terkena peluru. Kita sudah mengirimkan 3 dokter termasuk dokter forensik sudah gabung," ungkapnya.

"Jadi untuk saat ini masih dalam perawatan. Karena kondisinya sadar, sesuai info dokter masih bisa ditangani di RSUD Jaya Wijaya. Yang paling penting kita upayakan penyembuhan, kita koordinasi dengan PUPR untuk segera komunikasi dengan keluarganya dan keluarga korban sebagian sudah sampai di Wamena," sambungnya.

Puluhan pekerja proyek Istaka Karya menjadi korban pembunuhan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Informasi awal, mereka dibantai karena diduga kepergok memfoto upacara hari ulang tahun KKB di dekat lokasi proyek.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Insiden Pembunuhan, Fadli Zon Minta Pengamanan di Papua Dievaluasi
Kapolri Nilai Rangkaian Penembakan di Papua Akibat Kesenjangan Pembangunan
Kapolri Soal Jumlah Korban Pembunuhan Papua: 19 Pekerja dan 1 Anggota TNI

(mdk/lia)