Longsor di Tasikmalaya, 1 Warga Tertimbun

Longsor di Tasikmalaya, 1 Warga Tertimbun
PERISTIWA | 29 Februari 2020 03:05 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Seorang warga Kampung Palasaei, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya diduga tertimbun longsoran tanah yang terjadi pada Jumat (28/2) pagi. Selain menimbun seorang warga, longsor juga mengakibatkan ratusan warga terisolir akibat material longsor menutup akses jalan warga.

Nur (47), salah seorang warga menyebut bahwa peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 06.00. Material longsor mengalir melalui sungai yang melintasi wikayan tersebut lalu menimpa jembatan yang menghubungkan antar desa.

"Kalau tanah yang longsornya sebetulnya sekitar 1 kilometer dari jembatan. Material longsor bergerak melalui sungai seperti banjir bandang dan menimpa jembatan," sebutnya.

Beberapa saat sebelum material longsor menimpa jembatan, diungkapkan Nur, di atas jembatan banyak anak sekolah yang sedang lewat. Ia pun sempat meminta mereka untuk segera menjauhi jembatan. Peristiwa longsor tersebut pun diduga Nur ikt menimbun kakaknya.

"Kakak saya sedang memperbaiki jalur irigasi sawah saat kejadian. Sampai saat ini kakak saya atas nama Didi (60) belum ditemukan. Ini baru dugaan, tapi memang saat kejadian ada di lokasi longsor," katanya.

Ia menambahkan, material longsor yang menutup jembatan sebagai akses untuk warga menyebabkan sejumlah warga di Kampung Palasari, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong dan Kampung Palasaei, Desa Indrajaya, Kecamatan Sukaratu terisolasi.

"Jembatan itu memang satu-satunya akses warga. Dan lokasi kejadian memang perbatasan antara Kecamatan Cisayong dengan Kecamatan Sukaratu. Jumlah RT yang terisolasi ada tiga. Yang dua masuk Cisayong, yang satu masuk Sukaratu. Kondisinya sekarang hanya bisa dilewati dengan jalan kaki tapi bahaya juga," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Irwan menyebut bahwa memang ratusan warga terisolir. Ia menyebut, di Kecamatan Sukaratu sebanyak 80 kepala keluarga dengan jumlah jiwa mencapai 250 jiwa yang terisolasi, sedangkan di Kecamatan Sukaratu terdapat 90 kepala keluarga dengan jumlah jiwa 360.

Pascaterjadinya longsor, diakui Irwan, pihaknya langsung berusaha membuka akses yang tertutup longsor agar tidak mengisolasi warga. "Agar warga bisa beraktivitas seperti biasa," katanya.

Selain mengisolasi ratusan warga, Irwan mengungkapkan bahwa longsor juga mengancam delapan rumah di sekitar lokasi kejadian yang dihuni oleh sembilan kepala keluarga. Namun meski demikian ia mengaku belum berencana mengungsikan mereka ke tempat yang lebih aman karena dianggap masih aman. Petugas hanya memasang garis polisi agar tidak mendekat ke lokasi longsor.

"Bencana tanah longsor di Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong ini terjadi pada Jumat sekira pukul 05.30 WIB. Kejadian itu bermula saat tebing dengan ketinggian sekira 30 sentimeter longsor. Material longsor kemudian jatuh ke aliran sungai dan terbawa hingga 1,5 kilometer. Selanjutnya, material itu terbawa sampai hilir dan menimpa jembatan penghubung antardesa," ungkapnya.

Irwan menyebut bahwa berdasarkan laporan yang diterimanya memang satu orang warga hilang dan diduga tertimbun longsor. Namun pihaknya belum melakukan pencarian karena kondisi tanahnya masih bergerak sehingga rawan.

Setelah longsor pertama yang terjadi pagi, disebut Irwan, longsor susulan beberapa kali terjadi di bagian hulu sungai sehingga semakin menutup badan sungai. "Memang pergeseran tanah masih terjadi, apalagi sekarang masih terjadi hujan, dikhawatirkan tanah terus bergerak," sebutnya.

Longsoran tanah yang sempat menutup jembatan sendiri, setelah terjadinya longsor susulan material tanah yang menutup jembatan bertambah tinggi 1 meter. Irwan mengatakan bahwa longsoran yang terjadi di hulu sungai terus membawa material tanah dan menyangkut di jembatan.

"Di atas jembatan, ketebalan tanah mencapai 3-4 meter, sementara kedalaman sungai itu mencapai 10 meter. Kami mengimbau warga untuk tidak mendekat ke lokasi kejadian. Apalagi di sekitar lokasi telah dipasang garis polisi, petugas juga akan siaga menjaga wilayah di sekitar lokasi," katanya. (mdk/eko)

Baca juga:
Wali Kota Bogor Bima Arya Pantau Pencarian Jenazah dari Makam Tergerus Longsor
Longsor di Bogor, 8 Makam Hanyut ke Sungai Cipinang Gading
7 Fakta Vetiver, Rumput Beton yang Marak Ditanam untuk Cegah Banjir
Akses Menuju Garut Selatan Tertutup Longsoran Batu
Tebing di Limbangan Garut Longsor Akibat Gempa Bermagnitudo 4,9
Dua Penambang di Lereng Merapi Tewas Tertimbun Longsor

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami