Longsor Gunung Pongkor, Bupati Bogor Akui Kecolongan Penambangan Liar

PERISTIWA | 15 Mei 2019 03:32 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Bupati Bogor Ade Yasin mengaku kecolongan masih ada praktik penambangan liar di kawasan Gunung Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Akibatnya terjadi longsor dan menimbun para penambang emas tanpa izin (PETI).

"Barangkali ini karena memang pemantauannya jauh di kaki gunung, jadi kita ada kecolongan juga dengan pendatang yang menggali di sana," ujar Ade Yasin saat menghadiri operasi pasar di Cibinong, Kabupaten Bogor. Seperti dilansir Antara, Selasa (14/5).

Dia menuturkan, pemerintah sudah melakukan sosialisasi agar masyarakat sekitar tidak menjadi penambang liar. Bahkan tahun 2014 Pemkab Bogor bersama instansi lainnya sudah melakukan penertiban di lokasi yang kerap didatangi penambang liar.

"Tetapi yang namanya di gunung kadang-kadang tidak terpantau semua dengan keterbatasan anggota kepolisian dan Satpol PP, jadi kadang tidak terpantau," ujarnya.

Menurutnya, tidak sedikit penambang liar berasal dari luar Bogor. Sedangkan khusus untuk masyarakat sekitar, pemkab sudah memfasilitasi warga untuk beralih profesi dari penambang liar ke profesi lain, salah satunya menjadi petani.

"Kita juga arahkan mereka ke arah pariwisata, tetapi yang kita indikasikan ini ada dari orang-orang luar juga yang datang untuk menggali," kata politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Selain itu, belakangan Pemkab Bogor sudah mencanangkan destinasi wisata baru bernama Geopark Pongkor di sekitar lokasi tambang. Dia berharap, ketika Geopark Pongkor berjalan optimal, konsentrasi masyarakat bisa terfokus pada sektor pariwisata.

"Di Geopark itu juga sudah ada yang digarap oleh masyarakat sekitar seperti homestay, warung tradisional, sawah dijadikan tempat wisata juga, dan daerah di sana sudah ada pariwisata yang menggeliat," katanya.

Baca juga:
Enam Penambang Emas Selamat Setelah 15 Jam Terkurung di Longsoran Bogor
Penambang Emas di Gunung Pongkor Bogor Tertimbun Longsor
Dua Warga Tewas Tertimbun Tanah Longsor di Lokasi Penambangan Boyolali
90 Rumah di Sukabumi Rusak Akibat Bencana Pergerakan Tanah
Sempat Hilang Tertimbun Longsor, Runasih Ditemukan Meninggal Dunia
Tanah Longsor di Tasikmalaya, Dua Rumah Rusak dan 1 Orang Hilang

(mdk/noe)