LSI Denny JA Ungkap Penyebab Suara PSI Masih Nol Koma

PERISTIWA | 5 April 2019 19:32 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Beberapa hasil survei kembali menunjukkan partai baru seperti Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tidak lolos Parlemen karena suaranya masih berada di bawah ambang batas 4 persen. Terbaru, Survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebut elektabilitas partai yang dipimpin Grace Natalie tersebut hanya berkisar 0,2 persen.

Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar memaparkan sejumlah penyebab elektabilitas PSI yang tidak juga naik, meski gencar melakukan kampanye di media. Menurutnya, hal tersebut dikarenakan program kerja PSI tidak menuai simpati masyarakat, bahkan memunculkan resistensi, khususnya pada kalangan pemilih Muslim.

"Mereka mengambil visi dan misi yang belum tentu disukai khalayak ramai. Mereka memainkan (isu penghapusan) Perda Syariah, kemudian memainkan (isu penghapusan) poligami. Kita tahu, pemilih Indonesia 90 persen Muslim," kata Rully di Jakarta, Jumat (5/4).

"PSI masuk di isu yang sangat sensitif yang mempengaruhi (suara) mayoritas," imbuh Rully.

Rully memahami, isu penghapusan Perda Syariah dan Poligami merupakan strategi PSI untuk meraup ceruk pemilih minoritas. Namun melihat elektabilitas PSI yang masih nol koma, upaya tersebut pun gagal.

"Pemilih non-Muslim ini kan belum tentu semuanya memilih PSI. Pemilih minoritas ini kan sudah merapat ke partai lama, seperti salah satunya PDIP," kata Rully.

Lebih jauh dia menjelaskan, PSI sebagai partai baru sebenarnya memiliki diferensiasi dengan parpol-parpol lain. Namun faktanya, diferensiasi ini belum bisa mengangkat elektabilitas PSI sampai saat ini.

"PSI belum bisa meyakinkan publik bahwa PSI bisa menjadi (alat) perubahan. Ini butuh proses," ujarnya.

Selain PSI, menurut survei LSI Denny JA, partai yang terancam tidak lolos ke parlemen yakni PBB 0,2 persen, PKPI 0,1 persen, Partai Garuda 0,1 persen, dan Berkarya 0,7 persen. Sementara, PAN 3,1 persen, PKS 3,9 persen, PPP 2,9 persen, NasDem 2,5 persen, dan Perindo 3,9 persen. Semuanya juga belum aman untuk lolos ke Senayan.

Survei ini digelar pada periode 18 sampai 26 Maret 2019 dengan melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi Indonesia. Dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan Margin of error 2.8 persen.

Baca juga:
Elektabilitas Terus Naik, PSI Optimis Lolos Masuk DPR
Survei Charta Politika: PSI, PAN, PPP & Perindo Punya Kesempatan Lolos ke DPR
Terima Gabut Award, DPR Diminta Evaluasi Kinerja
Soroti Nasib Buruh Migran, PSI Dorong Dibentuknya Daerah Pemilihan Khusus Luar Negeri
Kampanye di Kampus, Caleg PSI Divonis Bersalah oleh Majelis Hakim
Dapat 'Gabut Award', DPR Diminta Introspeksi Kinerja Selama Ini

(mdk/cob)