Lubang Tambang Emas Ilegal di Gunung Halimun Ditutup

PERISTIWA | 24 Januari 2020 00:26 Reporter : Dwi Prasetya

Merdeka.com - 10 Lubang penambangan emas di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) yang diduga masih digunakan untuk penambangan oleh gurandil, ditutup oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Provinsi Banten. Diduga penambangan liar tersebut menjadi salah satu penyebab banjir bandang yang menerjang Kabupaten Lebak, yang mengakibatkan ribuan rumah rusak.

Karo Ops Polda Banten Kombes Pol Aminudin Roemtaat mengatakan anggota satgas gabungan dari Polda Banten, TNI dan instansi terkait lainnya sudah melakukan penyisiran PETI di TNGHS. Hasilnya ditemukan lubang-lubang besar yang diduga masih digunakan untuk penambangan.

"Kalau lubang banyak yang kita temukan, tetapi yang besar-besar saja, yang dimungkinkan masih bisa digunakan oleh masyarakat, ada 10 yang sudah kita police line, pada hari ini," katanya, Kamis (23/1).

Roemtaat mengungkapkan 10 lobang tambang emas yang ditutup berada di jalur Citorek.

"Kita dibagi dua tim, tim yang saya pimpin dari arah Citorek ini ada 9 titik, lalu tim kedua yang di pimpin Dansat Brimob ada 7 titik. Untuk seluruhnya tim ada 302 orang yang kita bagi dua," ujarnya.

Tim telah melakukan penyisiran seluruh titik tambang yang ada di wilayah Kabupaten Lebak. Untuk jumlah lubang tambang diperkirakan mencapai ratusan lubang tambang.

"Tentu semua sudah di isir, seluruhnya untuk wilayah kita ada 21 tempat, terdiri dari beberapa lubang. Perkiraan segitulah (ratusan lubang)," ungkap Roemtaat.

Roemtaat mengatakan penambangan liar tersebut sudah dalam penyidikan Ditkrimsus Polda Banten.

"Nanti di Dirkirmsus, kita sifatnya menertibkan dan mengecek lokasi tambang, Yang jelas dari tanggal 11 hingga saat ini belum ada yang kita tangkap," tambahnya.

Untuk diketahui patroli Satgas PETI menggelar patroli selama dua hari, di sejumlah wilayah, diantaranya Cimari, Cirotan, Cidandak, Gunung Leutik, Muara Tilu, Bunung Masigit, Pasir Wiru, Sopal, Cigadang, semuanya masuk dalam wilayah Kecamatan Citorek.
Kemudian Ciburuluk, Ciawitali, Cikatumburi, Pasir Ipis, Ciburiling, Cikopo dan Cimadur, semuanya masuk dalam wilayah Kecamatan Sobang. (mdk/eko)

Baca juga:
Polisi Segel Tambang Ilegal di Lebak Diduga Penyebab Banjir Bandang
2 Penambang Liar di Bogor Ditangkap, Polisi Sita 80 Karung Bahan Emas
Antam Klaim Tambang Emas Cikotok Bukan Penyebab Banjir di Lebak
Kabareskrim Tegaskan Bakal Tutup Tambang Emas Ilegal di Lebak yang Bikin Longsor
Demo Menolak Tambang Emas di Aceh Nyaris Ricuh
Hingga Akhir 2018, PT BSI Rehabilitasi 30,1 Hektare Lahan Tambang Emas Tumpang Pitu

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.