Luhut Mengaku Beri Amplop ke Kiai Bangkalan karena Sedang Sakit

PERISTIWA | 4 April 2019 20:10 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menganggap tidak ada yang salah dengan pemberiannya kepada Kiai Zubair Muntasir di Bangkalan, Madura, beberapa waktu lalu. Pemberian dinilai wajar karena sang ulama sedang sakit.

Pernyataan itu disampaikan Luhut di Labuhan Batu, Sumut, menjawab pertanyaan wartawan terkait video viral itu.

"Enggak ada apa-apa, gak ada, kalau ngasih orang lagi sakit," kata Luhut sambil memasuki mobil seusai meninjau lokasi yang jadi rencana pembangunan bandara, Kamis (4/4).

"Kenapa apa-apa? Orang sakit kita kasih. Bego itu yang anu," ucap Luhut dari dalam mobil.

Belakangan ini video pemberian Luhut kepada Kiai Zubair Muntasir di Pondok Pesantren Nurul Cholil, Bangkalan, Madura beredar di media sosial. Dalam video, Luhut terlihat memberikan amplop putih kepada sang ulama. Dia sempat berbicara dan meminta sang ulama menyampaikan kepada umat dan santri untuk pergi ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan mengenakan baju putih. Saat mengucapkan 'baju putih' itu, Luhut terekam dengan gestur berbisik.

Video itu pun sempat viral di media sosial. Tagar #AmplopLuhutAdaMaunya pun digaungkan kelompok oposisi, yang menilai pemberian tersebut sebagai bentuk upaya membeli suara. Tagar itu bahkan sempat bertengger di puncak trending topic Twitter Indonesia.

Sementara itu, jubir Barisan Muda Aswaja An-Nahdliyyah Indonesia (BARMAWI), Gus Robith Wajdy memberikan tanggapan. Menurutnya, cara pandang mantan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief yang pertama kali menyoroti soal amplop itu dianggap keliru.

"Disimpulkan untuk menangkan hati kiai, rebut hati kiai, bahwa kiai bisa dibeli, kiai bisa kasih amplop selesai. Bagi kami bukan gitu," katanya saat dihubungi merdeka.com.

Pengurus Ponpes Nurus Shobar Umbulsari mengatakan, cuitan itu semakin menunjukan kapasitas Andi yang tidak memberi contoh politik baik bagi bangsa ini.

"Jenengan ngawur. Yang dilakukan Bang Luhut sangat hormati, unggah ungguh anak sowan ke orang tua. Istilah pesantren (akhlak santri), sowan, hormati kiai. Tweet jenengan tak ada artinya," tutur Robith.

Dia mengaku bereaksi bukan karena bagian dari tim yang bertugas menangkan Jokowi. Walaupun secara politik, Robith secara terbuka menyebut pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin adalah pemimpin terbaik.

"Cuitan Bang Andi sangat menyudutkan kami kalangan pesantren, santri. Makanya kami tidak terima," tandasnya.

Baca juga:
Saat Menko Luhut vs Menteri Susi Kembali Bersitegang
Luhut Minta Menteri Susi Ubah Aturan Penjualan Benih Lobster
Bertemu Dubes China, Menko Luhut Bahas Kerja Sama Pengembangan SDM
Menko Luhut Tagih Janji Maskapai Turunkan Harga Tiket Pesawat
Respons Menko Luhut soal Mahalnya Harga Tiket Pesawat Sumbang Inflasi Maret

(mdk/cob)