Luhut: Positivity Rate Covid-19 Indonesia di Bawah 2 Persen

Luhut: Positivity Rate Covid-19 Indonesia di Bawah 2 Persen
Antrean ambulans di RSD Wisma Atlet. ©2021 Merdeka.com/Iqbal Nugroho
NEWS | 20 September 2021 19:23 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan positivity rate Covid-19 di Indonesia saat ini berada di bawah 2 persen. Menurut dia, angka ini di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Dalam pelaksanaan PPKM, meski jumlah kasus sudah turun signifikan, tetapi jumlah testing terus mengalami peningkatan sehingga positivity rate mampu diturunkan di hingga di Bawah Standar WHO sebesar 5 persen," ujar Luhut dalam konferensi pers, Senin (20/9/2021).

"Saat ini angka positivity rate Indonesia berada di bawah 2 persen," sambungnya.

Dia menyebut hal ini mengindikasikan bahwa penanganan pandemi di Indonesia sudah berjalan baik dan sesuai acuan. Selain positivity rate yang membaik, Luhut menuturkan jumlah pelacakan (tracing) pasien Covid-19 juga terus meningkat setiap harinya.

"Saat ini proporsi kabupaten kota di Jawa Bali dengan tingkat tracing di bawah 5 hanya sebesar 36 persen dari total," katanya.

Luhut menekankan bahwa testing, tracing, dan isolasi terpusat sangat penting untuk mengidentifikasi secara dini potensi penyebaran kasus Covid-19. Disamping itu, akan diperluas pemakaian aplikasi Peduli Lindungi di berbagai sektor publik.

"Sebagaimana disampaikan Menkes bagaimana aplikasi Peduli Lindungi sekarang semakin disempurnakan sehingga kita bisa mendeteksi dengan cepat jika terjadi penyebaran kasus-kasus seperti ini lagi," tutur Luhut.

Sebelumya, pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2-4 di Jawa Bali mulai 21 sampai 4 Oktober 2021. Kasus Covid-19 di Jawa-Bali sendiri mengalami penurunan 98 persen.

"Dalam arahan yang diberikan oleh Presiden dalam Rapat Terbatas hari ini diputuskan bahwa dengan melihat perkembangan yang ada, maka perubahan PPKM Level diberlakukan selama 2 minggu untuk Jawa-Bali," ucap Luhut.

Kendati begitu, kata dia, evaluasi PPKM level 2-4 di Jawa dan Bali tetap dilakukan setiap minggunya untuk mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi begitu cepat. Luhut menyampaikan saat ini sudah tidak ada lagi wilayah di Jawa-Bali yang masuk kategori PPKM level 4.

Reporter: Lizsa Egeham (mdk/ray)

Baca juga:
10 Daerah di Luar Jawa Bali Masih Terapkan PPKM Level 4
Tekan Kasus Kematian Covid-19, Luhut Minta Gencarkan Vaksinasi untuk Lansia
Kasus Covid-19 Turun Drastis, Pemkot Makassar Akhir Isolasi Terapung
Menko Luhut: Vaksinasi Syarat Ubah Pandemi Menjadi Endemi
Luhut Ingatkan Masyarakat Jangan Cepat-Cepat Euforia Setelah Kasus Covid-19 Menurun
Mobilitas di Jawa-Bali Naik, Pemerintah Minta Masyarakat Tak Lengah Prokes
Sebaran Kasus Covid-19 di 34 Provinsi Indonesia 20 September 2021

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami