Lulusan Universitas Australia Ini Pilih Jualan Bakmi Godog Ketimbang Cari Kerja

PERISTIWA | 17 November 2019 22:03 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Sudah sewajarnya setiap pemuda ingin menimba ilmu di universitas bergengsi, terlebih di luar negeri. Dengan harapan setelah lulus nanti bisa digunakan untuk modal bekerja di perusahaan yang difavoritkan.

Namun tidak demikian dengan Radifan Wisnu Fadhlillah, pemuda berusia 22 tahun. Cita-citanya menimba ilmu di negeri orang memang tercapai. Putra Setyo Wisnu Broto itu mendapatkan kesempatan kuliah di University of Wollongong, Australia jurusan Marketing & Management.

Namun setelah lulus, Radifan bukannya melamar pekerjaan ke salah satu perusahaan ternama. Ia malah memilih berjualan bakmi godog atau bakmi Jawa di rumahnya, Jalan Kenanga, Badran, Solo.

Berkat keuletannya, warung yang diberi nama 'Bakmi Jawa Mbah Mangoen' itu sekarang semakin ramai pembeli.

Radifan juga membuka cabang di Sleman Yogyakarta untuk pelanggan yang ada di sana. Bermodal resep rahasia nenek buyutnya, Radifan sukses merintis bisnis kulinernya.

"Passion saya ini memang bidang kuliner, khususnya tradisional. Sebelum lulus kuliah, saya sering membantu bapak buka warung, kalau pulang ke Solo," ujar Radifan, Sabtu (16/11).

Radifan mengaku serius menekuni bisnis kuliner bakmi godog pada 2018 atau usai lulus kuliah. Dan sekarang impian tersebut menjadi kenyataan.

Selain bakmi godog, warung miliknya juga menjual bakmi goreng serta nasi goreng. Saat ini dia sedang mematangkan resep ayam goreng untuk menambah ramai warungnya.

"Saya memilih berjualan bakmi Jawa, karena ada misi yang ingin saya capai. Saya memang sangat tertarik dengan berbagai hal yang berkaitan dengan budaya dan tradisi," jelasnya.

Ia tidak menghiraukan tentang adanya persepsi negatif masyarakat akan statusnya sebagai lulusan luar negeri yang memilih berjualan bakmi. Ia mengaku tidak peduli, karena hal tersebut merupakan bagian dari risiko pekerjaan.

Terlebih, dikatakannya, usahanya tersebut saat ini mampu memberikan peluang kerja bagi anak muda yang baru saja lulus.

Masakan bakmi Jawa miliknya, berbeda dengan warung pada umumnya. Olahan bakmi Jawa ditempatnya, tanpa menggunakan bumbu siap saji baik MSG atau micin.

"Bumbu yang kita gunakan untuk memasak bakmi berupa rempah-rempah. Bumbu ini telah digunakan secara turun temurun," terangnya.

Warung makan Bakmi Djawa Mbah Mangoen miliknya berdiri sejak 23 Maret 2017. Bangunan warung ini hampir semua menggunakan kayu dan berbentuk Joglo atau pendapa.

Di warung makan ini selalu diucapkan salam penyambutan khusus ke setiap pembeli yang datang oleh salah satu pelayan 'Mbah Mangoen'. Kemudian dilanjutkan suara salam bersama oleh semua pelayan lainnya dengan ucapan 'Sugeng Rawuh'.

Baca juga:
Prajurit TNI di Perbatasan Dibekali Cara Mengajar di Sekolah
Jenius, Bocah 9 Tahun Bakal Lulus Kuliah Teknik Mesin Bulan Depan
Hidup Sederhana Bersahaja, Wali Kota Rusia Ini Disukai Warganya
Dulu Sopir Traktor, Wanita Ini Kini Sandang Status Miliuner Berharta Rp14 Triliun
Kisah Pria Usia 25 Tahun Sukses Bangun Jaringan Hotel
Cerita Nata Sutisna Peraih Beasiswa Kuliah Kesulitan Berangkat ke Tunisia

(mdk/fik)