Lumpuh, Nenek di Jember Tewas Terbakar di Rumahnya

PERISTIWA | 21 November 2019 07:32 Reporter : Muhammad Permana

Merdeka.com - Nasib tragis dialami oleh Takemi. Nenek berusia 70 tahun asal Jember itu meninggal dunia karena terjebak di kamar rumahnya sendiri. Dia yang sudah tidak mampu berjalan itu, meregang nyawa tanpa sempat menyelamatkan diri.

Kebakaran melanda rumah nenek Takemi yang ada di Dusun Darungan, Desa Panti, Kecamatan Panti, Jember itu pada Rabu (20/11) sore. Nenek Takemi diketahui tinggal bersama 5 orang anggota keluarganya, yang terdiri dari anak, menantu dan 3 orang cucu. Namun saat kejadian, diduga dia sedang sendirian di rumahnya.

"Saat itu, seorang tetangga, Bu Suwati, mendengar suara seperti kayu akan patah, kretek kretek gitu. Lalu setelah dilihat, ternyata rumah Nenek Takemi terbakar," ujar Dita, salah satu tetangga korban.

Mengetahui hal tersebut, Suwati berteriak dan kemudian para tetangga berdatangan membantu upaya pemadaman. Dengan peralatan seadanya, warga bahu membahu memadamkan api.

Beruntung, kebakaran segera teratasi dan tidak sempat meluas. Hanya membakar salah satu kamar yang dihuni oleh sang nenek. Namun naas, nyawa sang nenek tak mampu terselamatkan.

"Mbah Takemi tidak terselamatkan. Mukanya terbakar kena api," jelas Dita.

1 dari 1 halaman

Korban Lumpuh Dua Bulan Terakhir

Nenek Takemi tidak mampu menyelamatkan diri, diduga karena memang sudah lumpuh sejak dua bulan terakhir. Saat masih mampu berjalan, Takemi berjualan nasi pecel dengan berkeliling jalan.

"Orangnya kalau jualan rajin, waktu masih bisa jalan," kenang Dita.

Belakangan terungkap, saat kejadian, Nenek Takemi sedang seorang diri di rumah. Rohani, seorang menantunya sedang mengantarkan anak-anaknya ke sekolah.

Kondisi kamar nenek Takemi yang berukuran 1,5 kali 3 meter, tidak sepenuhnya terbakar. Hanya daun pintu yang terbuat dari papan kayu, yang hangus. Begitu pula dengan bantal dan tempat tidurnya.

Polisi hingga kini masih menyelidiki penyebab kebakaran. "Kita temukan korek api gas di dalam kamar korban. Tapi kita belum bisa mengambil kesimpulan pasti penyebab kebakaran," jelas AKP Yadwivana Jumbo Qantasson, Kasat Reskrim Polres Jember saat dikonfirmasi terpisah. (mdk/fik)

Baca juga:
Meluas, Kebakaran Hutan di Ponorogo Mendekati Pemukiman Warga
Olah TKP Kebakaran SMK Yadika 6 Bekasi, Puslabfor Polri Bawa Sejumlah Barang Bukti
Keluarga Enggan Beri Keterangan, Polisi Tunggu Pasutri Korban Terbakar Pulih
Kasus Anak Dipasung dan Tewas Terbakar, DPRD Tangsel akan Panggil OPD
13 Kios di Pasar Ciawitali Garut Ludes Terbakar