Lumpur di Bekasi Diduga Mengandung Limbah Berbahaya

PERISTIWA » MAKASSAR | 15 Januari 2019 23:25 Reporter : Adi Nugroho

Merdeka.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan meneliti kandungan zat diduga berbahaya di lahan kosong Kampung Kramat Blancong RT 01 RW 20, Desa Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya. Hal ini setelah dua anak mengalami luka bakar usai kejeblos di lahan tersebut pada Kamis pekan lalu.

Kabid Penegakan Hukum pada Dinas LH Kabupaten Bekasi, Arnoko mengatakan, sampel lumpur yang diduga mengandung minyak telah diambil untuk diteliti di laboratorium kementerian.

"Hasilnya belum ketahuan, karena butuh waktu untuk penelitian," ujar Arnoko, Selasa (15/1).

Selain mengambil sampel oleh kementerian, instansinya juga melakukan observasi pada lahan kosong seluas 8.000 meter tersebut. Hasilnya, diduga ada limbah mengandung zat berbahaya sengaja dibuang ke sana sebagai bahan urugan.

"Dugaan sementara (limbah) itu buat bahan urugan," ujar dia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, lahan tersebut milik warga berinisial H. Lahan itu bekas empang dan sawah. Adapun lahan yang mengandung limbah berbahaya seluas 25 meter, terdapat gundukan tanah mirip endapan minyak. Sampai saat ini belum jelas peruntukan lahan setelah selesai diurug.

Sebelum Kementerian LH, tim penjinak bom atau Gegana juga menyelidiki kandungan zat berbahaya. Tim dari Polri juga telah mengambil sampel tanah lumpur tersebut untuk diteliti.

Baca juga:
Gegana Selidiki Tanah Panas di Bekasi
Deretan Fakta Soal Awan Cumulonimbus yang Selimuti Makassar, Bentuknya Mirip Tsunami!
Antusiasme Warga Jepang Saksikan Gerhana Matahari Parsial
Mengenal Awan Cumulonimbus di Langit Makassar yang Tampak Seperti Tsunami
Mengapa saat Gunung Anak Krakatau Meletus Muncul Petir?
Air Terjun Sedudo Nganjuk Berwarna Hitam Pekat, Ini Penjelasan BNPB

(mdk/cob)