Lurah cantik di Bandung mengaku terinspirasi kepemimpinan Risma

PERISTIWA | 30 Agustus 2014 08:16 Reporter : Andrian Salam Wiyono

Merdeka.com - Warga Kelurahan Sadang Serang, Bandung boleh bangga dengan lurah mereka. Tak hanya cantik, Lurah Sadang Ratna Rahayu Pitriaty juga menyimpan sejumlah prestasi bagi masyarakat yang dipimpinnya.

Di balik beberapa prestasi yang diraih, ada sejumlah keinginan dan cita-cita yang ingin dia laksanakan, yakni menata kembali Kampung Sadang Serang.

"Kalau Jakarta bisa ada kampung deret, saya juga ingin ada. Saya ingin menyulap penataan kampung Sadang Serang," ujar Ratna saat ditemui merdeka.com.

Sebagai seorang wanita berusia muda yang berada di tampuk kepemimpinan, Ratna mengakui banyak tantangan yang dihadapinya, termasuk pandangan sebelah mata dari beberapa orang yang ditemuinya. Namun, dia berusaha membuktikan melalui kinerja tim yang solid, bukan individual.

"Saya memang enggak bisa kerja individual, karena di kelurahan ini tim. Saya enggak bisa berjalan sendiri tanpa ada partisipasi masyarakat. Makanya saya ingin patahkan bahwa perempuan itu bisa dan harus maju, perempuan harus berkarya bukan berarti harus menyamai tapi harus bisa lebih," ucapnya penuh semangat.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, Ratna memiliki strategi sendiri, yakni dengan menaikkan level kesabaran dan derajatnya di mata warganya. Berkat itu pula, sejumlah persoalan berhasil ditanganinya.

"Kalau jadi perempuan itu menghadapi tantangan itu harus komunikasi efektif, efisien. Saya prinsipnya ingin turun langsung, dengar aspirasi langsung. Orang itu sekarang lebih suka didengarkan tapi lebih menjadi tempat curhat bercerita," ungkapnya.

Selama menjabat sebagai lurah, Ratna mengaku memiliki sejumlah tokoh inspiratif, dan semuanya wanita. Mereka adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Managing Director Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati, Dirut PT Pertamina Karen Agustiawan . Ketika ditanya siapa yang menjadi teladannya, dengan lugas dia menjawab para istri Nabi Muhammad SAW.

"Saya meneladani istri Rasulullah seperti Siti Aisyah, Siti Khodijah. Karena di balik laki-laki hebat ada wanita hebat. Artinya, saya meski berkarir menjadi pejabat struktural saya tidak boleh mengabaikan kodrat perempuan. Saya teladani Siti Khodijah dan saya meneladani kepintaran Siti Aisyah. Saya berharap suatu saat bisa mengaplikasikan kepada Rasul sehingga menjadi tokoh hebat," harapnya.

(mdk/has)