Mabes Polri: Banyak Kasus Kejahatan Terungkap Memanfaatkan Teknologi

PERISTIWA | 19 Juli 2019 14:20 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Kadiv Humas Mabes Polri Irjen M. Iqbal mengatakan kecanggihan teknologi banyak membantu tugas-tugas kepolisian. Diharapkan institusi pemerintah dan lembaga swasta mengaplikasikan teknologi, seperti penggunaan CCTV, face recognition, sensor alarm dan sebagainya.

Pernyataan itu menanggapi Gelaran Indo Security dan Indo Firex 2019 Expo & Forum yang digelar bersama dalam Indonesia International Smart City Expo & Forum (IISMEX) Jakarta 2019. "Pameran tersebut sangat strategis dalam perspektif keamanan negara dan menjadi dasar utama negara untuk bisa bertahan dan berdaulat," kata Iqbal, Jumat (19/7).

Iqbal mengatakan, pameran ini menunjang segala aspek keamanan, dimana institusi kelembagaan yang menjadi peserta memamerkan tools atau alat-alat keamanan berbasis teknologi terkini.

"Seandainya semua teknologi canggih ini digunakan, maka tugas polisi akan sangat terbantukan. Banyak kasus kejahatan bisa terungkap dengan menggunakan teknologi keamanan yang ada saat ini," tuturnya.

Iqbal juga mengatakan, pameran ini sebaiknya terus dikembangkan dan bisa berlangsung secara berkelanjutan. Tujuannya bila dikaitkan dengan Jakarta sebagai smart city, produk pengamanan terbaik sudah digunakan. Kendati belum maksimal, tetapi instrumen ini sudah menjadi kebutuhan menyusul keinginan mendapatkan rasa aman bagi masyarakat yang sangat tinggi. Selain itu, teknologi digital di bidang keamanan sudah menjadi bagian penting bagi masyarakat Jakarta sebagai smart city.

Sementara itu Managing Director PT Napindo Media Ashtama, Arya Seta Wiradipoera mengatakan, pameran Indo Security ini sangat penting sebagai penunjang smart city. Melalui pameran ini, faktor keamanan ini dilihat dalam cara pandang yang luas dan kompleks, disesuaikan perkembangan zaman. "Seperti tugas kepolisian, pasti membutuhkan teknologi yang mendukung tugas mereka. Saat ini semua sudah terintegrasi pada sistem teknologi digital. Dengan menggunakan teknologi digital, tugas kepolisian terbantukan," kata Arya.

Dalam pameran ini, Napindo bekerjasama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII), menggelar Cyber Competition. Kompetisi merupakan ajang lomba keamanan siber yang secara khusus fokus pada aspek operasional pengelolaan dan perlindungan layanan dan infrastruktur sistem informasi. Para peserta tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk menguji pengetahuan mereka dalam bidang keamanan siber, mereka juga akan mendapatkan kesempatan untuk membangun hubungan dengan para profesional industri Teknologi Informasi.

Baca juga:
Tuntaskan Kasus Novel Baswedan, Jokowi Beri Waktu Tim Kapolri 3 Bulan
Tim Bentukan Polri Diberi Waktu Enam Bulan Buru Tiga Terduga Pelaku Penyerang Novel
Polisi Serahkan Berkas Kasus Kerusuhan 21-22 Mei ke Kejaksaan
Kapolri: Kami Sangat Welcome dengan Kritik
Polri Bentuk Tim Khusus Kejar 3 Terduga Penyerang Novel Baswedan
Istri Polisi Laporkan 5 Video Porno Suami dengan Wanita Lain ke Polda Bali

(mdk/rhm)

TOPIK TERKAIT