Mahasiswa Muhammadiyah Minta Hakim Hukum Berat Penembak Kader IMM di Kendari

PERISTIWA | 8 November 2019 10:23 Reporter : Dedi Rahmadi

Merdeka.com - Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Najih Prasetyo mengapresiasi kepolisian yang menetapkan tersangka penembakan terhadap kadernya yang berujung meninggal saat ikut aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Kendari, Sultra, pada Kamis, 26 September 2019.

"Walau terkesan lamban, IMM tetap mengapresiasi kerja tim investigasi Polri dalam penanganan kasus penembakan Randi dan Yusuf," kata Najih dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (6/11).

Dia mengatakan, Polri telah menetapkan tersangka penembakan dan kewenangan selanjutnya diproses melalui pengadilan umum. IMM menuntut kepada hakim pengadilan umum agar memberi hukuman seberat-beratnya terhadap tersangka penembakan tersebut.

1 dari 2 halaman

Desak Pelaku Dipecat dari Polri

IMM, kata dia, juga mendesak agar dilakukan pencopotan keanggotaan Polri kepada tersangka karena telah melanggar kode etik yang amat berat dan tidak bisa dimaafkan.

"Dengan pengungkapan tersangka ini, semoga citra Polri semakin membaik. Dan ini merupakan bukti, bahwa Polri bekerja secara profesional dan sesuai prosedur," katanya.

2 dari 2 halaman

Kader IMM Roboh Diterjang Timah Panas di Kendari

Sebelumnya, Randi dan Yusuf meninggal akibat insiden penembakan di Kendari. Randi merupakan kader IMM.

"Sebagai bentuk tanggung jawab dan keprihatinan, DPP IMM mengutuk aksi penembakan dan menuntut investigasi terbuka oleh Polri dengan melibatkan DPP IMM dan Muhammadiyah," katanya. (mdk/ded)

Baca juga:
Polisi Tetapkan Brigadir AM Tersangka Penembak Mahasiswa di Kendari
6 Senpi Polisi Kendari yang Dibawa Saat Demo Tengah Diperiksa di Belanda-Australia
Bawa Senpi Saat Aman Demo di Sultra, Enam Polisi Disanksi Hukuman Disiplin
Keluarga Mahasiswa UHO: Kami Tidak Terima Cara Kematian Mereka
Status Dewan HAM PBB Buat Indonesia di Tengah Gugurnya 5 Demonstran