Mahasiswa Politeknik TNI AD Kembangkan Alutsista Tanpa Awak

Mahasiswa Politeknik TNI AD Kembangkan Alutsista Tanpa Awak
PERISTIWA | 4 Desember 2020 00:31 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Mahasiswa Politeknik TNI AD mengembangkan alutsista tanpa awak untuk mendukung tugas operasi militer perang dan operasi militer selain perang.

Sersan Dua, Puspito Ady dan Sersan Satu Deni Setiawan contohnya. Mereka menciptakan robot pengintai pada pertempuran kota. Robot yang diklaim mampu mengintai pergerakan musuh dari jarak jauh.

Ide itu tercetus saat Sersan Dua Puspito Ady menyaksikan teman-temannya menggerebek tempat persembunyian pemberontak.

Kala itu, prajurit mengintai gerak-gerik musuh sejak pagi dan harus terjun secara langsung. Menurut dia, cara ini cukup membahayakan nyawa. Sebab, bila musuh lebih menguasai medan bukan tidak mungkin, prajurit terkena tembakan.

"Ketika melakukan pengepungan bisa saja di musuh sudah bersiaga di depan, belakang, atau dari mana saja. Nah kalau mereka melesatkan tembakan, kena maka anggota kami akan jadi korban," kata dia saat ditemui di Politekad, Kamis (3/11).

Sersan Dua Puspito Ady S berpikir untuk membuat suatu alat yang dapat difungsikan untuk meminimalkan jatuhnya korban jiwa di medan pertempuran. Muncul ide membuat robot berbasis kecerdasan buatan.

Selama kurang lebih enam bulan berkutat dengan komponen Omniwhell, raspberry Pi3, sensor ultrasonic HC SR 04, HC-08 Bluetooth, Motor DC, Motor Driver, Arduino Uno, dan Raspberry PI Camera Module V2 untuk dirakit menjadi robot pengintai pada pertempuran kota.

"Kami merancang pada awal bulan Januari 2020 dan rampung pada 19 November 2020. Kesulitannya mencari roda, kami sudah dua kali ganti roda. Akhirnya berfikir roda harus flexibel. Kami temukan roda omni bisa muter, bisa serong, bisa ke segala arah. Kemudian kedua mencari kamera yang cocok dengan Arduino Uno, dan Raspberry," jelasnya.

Puspito mengatakan, robot buatannya dapat menampilkan gambar situasi sekeliling hingga jarak 100 meter dari posisi pengontrol. Di mana robot ini dikendalikan melalui smart phone berbasis android via wifi.

"Kita standby di luar bisa mengetahui keberadaan musuh di dalam, untuk jarak sebenarnya tergantung dari koneksi wifinya," ucap dia.

Puspito membeberkan, robot dilengkapi dua kamera yang diletakan di bagian depan dan belakang, serta sensor Ultrasonic dan sensor zero di bagian samping kanan dan kiri guna mendukung program Artificial neural network yang ditanamkan di dalam robot.

Sensor Ultrasonic akan berfungsi jika, saat dijalankan robot menemui benda-benda seperti pohon, dan meja. Kemudian juga ada sensor zero, sehingga jika berada di medan miring robot tidak terbalik karena bisa mengatur keseimbangan serta kecepatan

Saat ini, robot tersebut masih terus dikembangkan. Harapannya robot bisa digunakan oleh TNI Angkatan Darat agar mengurangi timbulnya korban pada saat mengerahkan prajurit melakukan pengintaian.

"Kalau nanti dikembangkan dengan jaringan internet tentu bisa menjangkau lebih jauh lagi bahkan sampai satu kota," terangnya.

Baca Selanjutnya: Robot Traktor...

Halaman

(mdk/fik)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami