Mahasiswa Purwokerto Korban Persekusi Buat Laporan ke Polisi

PERISTIWA | 2 Oktober 2019 16:53 Reporter : Abdul Aziz

Merdeka.com - Mahasiswa korban persekusi di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Andre Soadudin (22) membuat laporan polisi di Polres Banyumas, Rabu (2/10). Ia melaporkan kasus persekusi oleh sejumlah orang tidak dikenal yang melakukan tindak intimidasi, pemukulan pada anggota Front Mahasiswa Nasional (FMN) dan perusakan di sekretariat organisasi tersebut, Selasa (1/10).

Kuasa hukum mahasiswa dari Solidaritas Alumni Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Kurniawan Tri Wibowo mengatakan, mahasiswa melaporkan tindak kekerasan dan intimidasi yakni perkara pengeroyokan dan atau penganiayaan. Diduga pelaku persekusi tergabung dalam ormas tertentu yang disaksikan mahasiswa berpakaian hitam-hitam bertuliskan dambo ribo dan meneriakkan yel-yel "Lowo Ireng". Para pelaku datang ke sekretariat secara berombongan sekitar 30 orang.

"Ada lima korban mahasiswa. Ada yang mengalami pemukulan, didorong dan tiga mahasiswa sempat dibawa ke mobil. Saya sempat khawatirkan mahasiswa-mahasiswa ini dibawa ke tempat-tempat tertentu. Setelah saya cek dibawa ke Polres Banyumas," kata Tri Wibowo, Rabu (2/10)

Pada penyidik kepolisian, Kurniawan menjelaskan bahwa mahasiswa statusnya sebagai korban. Pasalnya saat mahasiswa dimintai keterangan oleh penyidik kepolisian dari sore sampai malam, belum ada status yang jelas. Mahasiswa hanya dimintai klarifikasi dan interogasi.

"Saya bilang mahasiswa ini korban. Oleh karena itu kita meminta ini tindak lanjut laporan. Kita laporkan sesuai kronologi kejadian. Kita melaporkan ini sebagai perkara pidana," terangnya.

Kondisi mahasiswa mengalami tekanan mental. Ada satu mahasiswa yang bahkan takut keluar dan memilih bersembunyi di gedung unit kegiatan mahasiswa. Mahasiswa lain, Andre semisal sampai saat ini juga mengalami ketakutan.

"Mahasiswa ini saya tegaskan sebagai korban kekerasan. Jadi mereka bukan provokator seperti yang dituduhkan. Justru kami pukul balik mereka dengan buat laporan ini," ujar Tri.

Kronologi persekusi mahasiswa di sekretariat FMN Cabang Purwokerto bermula pada Selasa (1/10). Segerombolan orang tak dikenal datang dan sempat menanyakan Ketua FMN. Mereka masuk ke teras dan melakukan perusakan terhadap barang-barang. Mahasiswa mengalami pemukulan dan salah satu mahasiswa yakni Andre sempat dimasukkan ke mobil diminta untuk memberitahuan lokasi sekretariat FMN ranting Unsoed. (mdk/cob)

Baca juga:
Polisi Bentuk Tim Buru Penculik yang Menganiaya Ninoy Karundeng
Polisi Tangkap Susanti Usai Aniaya Bocah 7 Tahun Hingga Koma
Polisi Usut Ormas Perisak Organisasi Mahasiswa di Purwokerto
Pengakuan Ninoy Karundeng Usai Diculik Saat Demo & Disekap Semalaman
Petaka Cinta Si Ganteng dengan Gadis Pujaan Berujung Pelukan Maut
Dikeroyok Orang Tak Dikenal Saat Demo, Aktivis HMI Lapor Polisi

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.