Mahfud Md: Banyak Warga Percaya Hoaks Ahok Naik Wapres Gantikan Ma'ruf Amin

PERISTIWA | 20 Februari 2019 15:39 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Gerakan Suluh Kebangsaan menggelar sudah sampai di Stasiun Solo Balapan, Jawa Tengah. Pada dialog kali ini, Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Mahfud MD menceritakan selama kegiatan berlangsung sering mendapat pertanyaan terkait Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang akan menggantikan posisi cawapres Ma'ruf Amin.

"Saya tadi malam pulang, karena Yogya, malam saya jalan-jalan ke masjid. Di tengah masyarakat, berita hoaks diterima, dianggap sesuatu yang benar. Waktu dulu ada, 'pak, pemilu nggak ada gunanya karena sudah dicoblos tujuh kontainer. Kita ya nggak percaya tapi di kampung-kampung itu percaya. Ada 'pak, itu kiai Ma'ruf Amin bakal diganti Ahok' Mereka percaya semua, beda dengan kita," tutur Mahfud di lokasi, Rabu (20/2).

Dia menjelaskan, sejatinya secara prosedural pun mustahil Ahok bisa mengambil posisi cawapres Ma'ruf Amin dalam kontestasi Pilpres 2019. Apalagi menggantikan saat sudah terpilih.

"Sekarang secara teknis, 60 hari sebelum pemungutan suara dilarang ada pergantian, termasuk ada halangan tetap. Dalam UU, seumpama belum 60 hari kalau mengundurkan diri, itu dihukum 5 tahun penjara dan denda Rp 50 miliar," jelas dia.

Lebih lanjut, syarat untuk menjadi presiden dan wakil presiden adalah tidak pernah dihukum dengan ancaman penjara 5 tahun atau lebih.

"Di situ saja Pak Ahok udah nggak bisa. Masih ada yang kompori. Setahun (Ma'ruf menjabat wapres) diganti Ahok, nggak bisa juga sesuai UU MD3. Sama dengan pemilu dan itu semua hoaks. Mari kita bicara ikatan kebangsaan jangan memecah belah seperti itu, berbahaya," kata Mahfud.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Mahfud MD Miris, Isu Ma'ruf Amin Diganti Ahok Digoreng Buat Dulang Suara
Mahfud MD Tuding Ada Produsen Hoaks yang Ingin Buat Pemilu 2019 Tidak Kredibel
Dialog Jelajah Kebangsaan Sambangi Stasiun Tugu Yogyakarta
Mahfud MD Harap Momentum Pemilu Tak Dijadikan Alat Pemecah Belah Bangsa
Mahfud MD: Islam Tidak Kenal Sistem Khilafah
Mahfud MD: Indonesia Mampu Berjaya Tahun 2045
Mahfud MD Hadir di Dialog Jelajah Kebangsaan

(mdk/lia)

TOPIK TERKAIT