Mahfud MD: Bila Stunting Tidak Segera Diselesaikan, Indonesia Terancam Tak Bisa Maju

Mahfud MD: Bila Stunting Tidak Segera Diselesaikan, Indonesia Terancam Tak Bisa Maju
Mahfud MD. antara
NEWS | 12 Agustus 2022 01:00 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menpolhukam) Mahfud MD menyebutkan, program Percepatan Penurunan Stunting adalah program paling prioritas bagi pemerintah dalam membangun manusia Indonesia.

“Visi Indonesia Emas 2045 dapat dicapai apabila sumber daya manusia Indonesia unggul dalam persaingan global. Visi 2045 ini resmi, diatur dalam dua peraturan yakni tahun 2010 dan tahun 2016. Tahun 2045 Indonesia sudah maju,” katanya dalam Rapat Penelaahan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Jakarta, Kamis (11/8).

Dia menyatakan angka prevalensi stunting Indonesia masih berada di atas ambang batas ketentuan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yakni 24,4 persen. Melalui program tersebut, pembangunan manusia Indonesia yang berdaya saing di masa depan dapat berjalan lebih cepat.

2 dari 3 halaman

Program percepatan penurunan stunting sendiri juga telah ditetapkan oleh Presiden RI Joko Widodo menjadi program prioritas dan paling penting untuk dijalankan sampai menyasar masyarakat lapisan terbawah.

Mahfud mengungkapkan, Indonesia ditargetkan sudah lebih maju pada tahun 2045 dan bisa menjadi salah satu sentral kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Dia menekankan, sumber daya manusia di Indonesia tidak boleh lemah karena masalah stunting.

"Bila tidak segera diselesaikan, Indonesia terancam tidak akan bisa maju," ujarnya seperti dilansir dari Antara.

3 dari 3 halaman

Melalui Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, dirinya berharap BKKBN bisa mengikuti panduan pelaksanaan koordinasi, sinkronisasi dan integrasi antar lintas sektor guna mencapai target yang sudah ditentukan.

Ia turut meminta seluruh kementerian/lembaga untuk memperkuat komitmen bersama agar angka stunting dapat turun sebanyak tiga persen per tahun, sehingga target 14 persen tercapai di tahun 2024.

“Untuk memastikan program tersebut berdampak dan penggunaan anggarannya akuntabel, maka pendekatannya tidak lagi boleh money follow function, tetapi harus money follow program dan program harus follow impact atau result,” tutup Mahfud.

(mdk/fik)

Baca juga:
Digagas TNI, Majalengka Punya Program Bapak Asuh Anak Stunting
Ketika Megawati Semangati Ibu Hamil: Please Jangan Cengeng
Cerita Megawati Diajari Memasak yang Baik oleh Fatmawati Demi Cegah Stunting
Megawati Gagas Buku Resep Makanan Baduta dan Ibu Hamil untuk Generasi Emas Indonesia
Ini Gambaran Masa Depan Indonesia Saat Banyak Bayi Lahir Stunting
Wapres Ungkap 5 Provinsi dengan Balita Stunting Terbanyak, Ada Jateng dan Jabar
Jokowi Target Angka Stunting Anak di 2024 Turun Jadi 14 Persen

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini