Mahfud MD: Deradikalisasi Itu Tidak Bisa Sederhana

PERISTIWA | 14 November 2019 18:09 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menko Polhukam Mahfud MD menjelaskan program deradikalisasi yang belakangan disorot menyusul serangan bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumatera Utara, kemarin. Mahfud mengatakan, penerapan program deradikalisasi tak mudah dijalankan terutama kepada sel-sel terpapar terorisme.

"Deradikalisasi tidak sesederhana itu," kata Mahfud di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (14/11).

Menurut dia, proses deradikalisasi yang tidak sederhana itu dapat dilakukan melalui beberapa cara. Dia menjelaskan, jika seseorang radikal dan melakukan tindakan melanggar hukum, maka dapat dibawa ke jalur hukum. Begitu sebaliknya jika yang mereka lakukan adalah tindakan-tindakan secara ideologis, maka dapat dilawan dengan menggunakan wacana.

"Kalau tindakan melanggar hukum ya dibawa ke hukum, kalau tindakan ideologis dibawa ke wacana, kalau tindakan ujaran kebencian di bawah ke KUHP kan gitu," ungkap Mahfud.

Karenanya, menurut dia, setiap cara itu berbeda-beda. Sehingga tak mudah dalam melakukan deradikalisasi tersebut.

"Itu tidak bisa sederhana. Gimana deradikalisasinya itu tiga cara itu tadi," pungkasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Baca juga:
Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Pimpinan MPR Pertanyakan Program Deradikalisasi
Mantan Napi Terorisme Minta Kemenag Buat Program Strategis Deradikalisasi
Bom Bunuh Diri di Medan, Menag Sebut Program Deradikalisasi Tetap Dilanjutkan
16 Mantan Narapidana Teroris di Aceh Dapat Bantuan Usaha
RA, Putri Abu Rara Penusuk Wiranto Diikutkan Program Deradikalisasi
Ridwan Kamil Siap Bantu Modal Mantan Napi Terorisme
Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan, Puan Soroti Program Deradikalisasi

(mdk/gil)