Mahfud MD Ingatkan Sikap Toleransi Antaragama Jelang Pemilu

PERISTIWA | 10 April 2019 11:46 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang juga Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Mahfud MD, mengatakan toleransi antaragama dan sikap anti-terorisme harus dijaga. Terutama, jelang Pemilu 2019 di mana penyakit intoleransi dinilainya mulai banyak bermunculan.

Hal ini disampaikan Mahfud dalam Forum Titik Temu yang membahas "Dokumen Persaudaraan Manusia" oleh Imam Besar Al Azhar, Sayyed Ahmed el-Thayeb dan Pemimpin Gereja Katolik Dunia, Paus Fransiskus. Dokumen ini sendiri mengedepankan toleransi antaragama dan sikap anti-terorisme.

"Secara khusus di Indonesia penyakit itu ada dan sekarang memang sedang mulai muncul dalam menyongsong Pemilu ini penyakit intoleran, merasa benar sendiri, dan dia yang harus diikuti. Ini sangat relevan sekarang, mudah-mudahan pertemuan hari ini sebagai sebuah refleksi, kemudian menjadi bekal nanti sesudah tanggal 17 April," tutur Mahfud di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (10/4).

Forum yang digelar oleh Nurcholish Madjid Society, Maarif Institute, Wahid Foundation, Jaringan Gusdurian, dan Yayasan Terang Surabaya juga dinilai Mahfud dapat menjadi pelajaran agar masyarakat tetap bersatu.

Menurutnya, radikalisme akan selalu ada, namun bila terus diingatkan bersama maka hal tersebut dapat dikurangi.

"Mereka ini menyatakan bahwa berislam itu yang bernegara, berislam itu adalah toleran, berislam itu adalah bersatu, inklusif dengan yang lain. Dan mereka nih berhasil menggali ayat-ayat wahyu dari Alquran maupun sunah rasul sehingga kita semua berbangsa itu menjadi lebih inklusif," kata Mahfud mengakhiri.

Masa kampanye akan berakhir pada Sabtu (13/4) mendatang. Setelah itu akan masuk masa tenang sampai pemungutan suara 17 April 2019.

Mahfud MD Ingatkan Masyarakat Tak Golput

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD mengimbau masyarakat sebaiknya menggunakan hak pilih masing-masing dengan bijaksana. Dia berharap golput dapat dihindari. Sebab, memilih adalah hak konstitusional eksklusif bagi warga negara yang berhak.

"Adalah rugi kalau golput karena suara setiap warga negara itu akan menentukan arah negara, dan arah negara akan menentukan yang punya suara. Kalau tidak digunakan kan rugi, oleh sebab itu mari kita milih," kata Mahfud di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (10/4).

Dia mengatakan, memilih pun tidak memakan waktu yang lama. Hanya dalam waktu setengah jam, seseorang sudah dapat meluangkan waktu ke TPS untuk mencoblos.

"Sesuai dengan pilihan yang secara konstitusional sudah tersedia," kata Mahfud.

Reporter: Ratu Annissa Suryasumirat, Yopi Madori

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Mahfud MD Ungkap Perilaku Politik RI: Depan Kepura-puraan dan Belakang Penuh Kolusi
Tolak Delegitimasi, Mahfud MD Bakal Datangi Kantor KPU
Mahfud MD Yakin Indonesia Emas 2024 Tercapai, Tapi Ada Syaratnya
Slank, Mahfud MD dan Yusuf Mansur Tebar Optimisme Lewat Ngaji Kebangsaan
Ancam Kerahkan Massa Jika Pemilu Curang, Amien Rais Diminta Setop Memprovokasi Rakyat
Soal 'People Power', Mahfud MD Nilai Kekhawatiran Amien Rais Berlebihan
Mahfud MD: Tak Ada Undang-Undang Melarang Orang Golput

(mdk/lia)

TOPIK TERKAIT