Mahfud MD Minta Polri Usut Pelaku Teror Diskusi di UGM

Mahfud MD Minta Polri Usut Pelaku Teror Diskusi di UGM
PERISTIWA | 2 Juni 2020 10:02 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Menko Polhukam Mahfud MD meminta polisi mengusut tuntas teror menimpa pembicara maupun panitia penyelenggara diskusi Constitutional Law Society (CLS) atau Komunitas Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) bertajuk 'Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan'. Diskusi webinar itu sebelumnya dibatalkan setelah pembicara dan panitia mendapat teror dan ancaman pembunuhan.

"Saya minta diusut Polri. Saya pastikan aparat tidak melarang dan memang tidak boleh melarang," kata Mahfud MD, di Jakarta, Selasa (2/6).

Mahfud menduga intimidasi atau teror itu dilakukan oleh orang luar kampus UGM. Menurut dia, dugaan itu setelah mengonfirmasi pihak kampus maupun aparat bahwa tak ada pelarangan dalam diskusi tersebut.

"Kampus juga tidak melarang, yang melakukan itu intimidasi masyarakat di luar kampus, saya minta aparat melacak, semua kan bisa ditelusuri," tegasnya kembali.

Lebih jauh Mahfud tak melihat ada yang salah dalam diskusi tersebut. Bahkan, menanggapi langkah apa yang dilakukan pemerintah dalam hadapi pandemi Covid-19.

"Saya lihat TOR diskusinya juga tidak membahas tentang makara atau menjatuhkan jabatan, namun membahas tentang kebijakan pemerintah disaat Covid ini," pungkasnya.

1 dari 1 halaman

Kronologi Teror

Constitutional Law Society (CLS) atau Komunitas Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UGM menggelar diskusi bertajuk 'Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan'. Tema diskusi tersebut sempat memancing polemik dan menjadi viral di medsos.

Diskusi virtual itu rencananya akan digelar Jumat (29/5). Namun karena menuai kontroversi akhirnya diskusi itu urung diselenggarakan. Paska menjadi kontroversi, diskusi tersebut justru berbuah teror pada pembicara maupun penyelenggaranya.

Dekan FH UGM, Sigit Riyanto menyebut penyelenggara diskusi sempat mengalami teror. Teror ini mulai bermunculan pada Kamis (28/5) malam. (mdk/gil)

Baca juga:
DPR Soal Diskusi UGM Diteror: Jangan Beri Ruang ke Mereka yang Anti Demokrasi
Komnas HAM: Alat Polisi Canggih, Pasti Bisa Deteksi Pengancam Panitia Diskusi UGM
Ada Diskusi Online Tema Pemakzulan Presiden, Muhammadiyah Minta Tak Diseret-seret
Dosen FH UGM Minta Polisi Ungkap Dalang di Balik Teror Diskusi 'Pemecatan Presiden'
Soal Diskusi UGM, PDIP Curiga yang Teror Teman Sendiri Biar Menarik
Diskusi UGM Berujung Teror, Refly Harun Ingatkan Soekarno & Gus Dur Dimakzulkan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Gerak Cepat Jawa Barat Tangani Corona - MERDEKA BICARA with Ridwan Kamil

5