Mahfud MD Optimis RKUHP Disahkan Akhir Tahun Ini

Mahfud MD Optimis RKUHP Disahkan Akhir Tahun Ini
Mahfud MD gelar konpers terkait Lukas Enembe. ©Liputan6.com/Faizal Fanani
NEWS | 5 Oktober 2022 02:00 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Menko Polhukam Mahfud MD menyampaikan, pihaknya baru saja menyelesaikan Focus Group Discussion (FGD) terkait penataan lembaga peradilan. Mahfud mengaku, FGD berjalan produktif dan menghasilkan sejumlah langkah yang harus dilakukan oleh otoritas penegak hukum.

"Ada langkah-langkah jangka pendek yang harus dilakukan. Kemudian juga langkah panjangnya untuk membuat semacam rumah lembaga peradilan yang menyangkut Mahkamah Agung, Kepolisian, Kejaksaan," kata Mahfud dalam keterangan diterima, Selasa (4/10).

Mahfud menambahkan, bila melihat rangkaian proses yang sedang berjalan, pada akhir tahun ini dapat dipastikan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) akan diundangkan. Mahfud memastikan, negara akan mengusahakan rumah besar, konsep besar yang sistematis tentang lembaga peradilan yang tersistem dan terintegrasi.

"Insya Allah, Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana itu akan diundangkan. Sesudah itu Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHAP) yang menjadi keniscayaan mana kala Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang baru nanti diundangkan. Tadi sudah ada masukan-masukan untuk rencana KUHAP yang baru," urai Mahfud.

2 dari 2 halaman

Mahfud menjelaskan, dalam satu sistem yang terintegrasi nantinya proses atau fungsi-fungsi dan batas-batas kewenangan serta batas pengurusan dunia peradilan di setiap lembaga ini akan tertata.

"Akan diatur, (tapi) bukan hukum acaranya, tetapi nanti akan ada pengaturan-pengaturan agar sambungannya jelas, begitu. Misalnya, pengawasan di tiap proses begini-begini nanti di MA seperti ini dan sebagainya," jelas dia.

Mahfud berharap, nantinya bentuk tata kelola hukum yang terintegrasi bisa menjadi bentuk reformasi yang akan berguna bagi pembangunan dunia peradilan di Tanah Air.

"Sehingga nanti konsepnya bisa selesai sebelum pemilu tahun 2024, misalnya. Kemudian langkah jangka pendeknya akan dirumuskan. Karena memang pembicaranya banyak ada 21 orang tentu nanti masih akan diklasifikasi, kami di sini punya kerja sama dengan partnership," kata Mahfud.

Reporter: Muhammad Radityo

Sumber: Liputan6.com (mdk/rnd)

Baca juga:
Serap Partisipasi Publik, BIN Jelaskan RKUHP Upaya Pembaruan Hukum Nasional
Mahfud MD Soal RUU KUHP: Ibarat Masakan itu Sudah Hampir Matang
RKUHP Pasal Perzinahan, Wamenkumham: Diatur Salah, Tidak Diatur Lebih Salah
Pemerintah Jamin RKUHP Tidak Singgung Tindak Pidana Pers
Wamenkum HAM: Jumlah Pengaturan Tindak Pidana RKUHP Lebih Sedikit dari KUHP Lama
Kemenkumham Akui Sosialisasi RKUHP Masih Belum Masif

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini