Mahfud: Polisi Berkelahi dengan Mahasiswa Bukan Pelanggaran HAM

PERISTIWA | 14 Desember 2019 19:42 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD, menjelaskan tentang konteks pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Menurut dia, tidak semua orang yang melanggar HAM disebut pelanggar HAM.

"Pelanggaran HAM itu tidak semua orang melanggar HAM disebut pelanggaran HAM. Kalau orang membunuh orang itu bukan pelanggaran HAM. Polisi berkelahi dengan mahasiswa itu bukan pelanggaran HAM. Itu kriminal," kata Mahfud saat sambutan di Mukernas V PPP, Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (14/12).

Mahfud bilang, pelanggaran HAM adalah suatu tindakan khusus yang dilakukan penguasa atau pemerintah dengan terencana untuk melakukan kejahatan terhadap orang dengan tujuan tertentu. Jadi, ada sistem yang terstruktur dan sistematis.

"Nah kalau ada orang berkelahi tawuran lalu ada yang mati itu bukan pelanggaran HAM. Itu kerusuhan. Kalau ada pelaku bom membunuh 200 orang sekali ngebom itu bukan pelanggaran HAM, namanya terorisme. Meski intinya pelanggaran HAM," tambah dia.

"Kadang orang salah, kalau saya katakan selama 5 tahun terakhir sejak zaman pemerintahan Pak jokowi tidak ada pelanggaran HAM itu benar. Dalam arti itu tadi. Tapi kalau kejahatan banyak," sambungnya.

1 dari 1 halaman

Hanya Kejahatan

Menurut eks Ketua Mahkamah Konstitusi itu, ketika polisi membunuh polisi bukan pelanggaran HAM, tetapi tindakan kriminal. Atas dasar itu, peristiwa-peristiwa yang terjadi di bawah kepemimpinan Jokowi lebih cocok dikategorikan sebagai kejahatan.

"Tetapi kejahatan? Banyak. Korupsi? Banyak. Bukan pelanggaran HAM," tandasnya. (mdk/eko)

Baca juga:
PPP Gelar Mukernas, Menko Polhukam Mahfud MD Harap Tak Ada Lagi Dualisme Pengurus
Pemerintah Upayakan 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu Dibawa ke KKR
Mahfud MD: Kalian Enggak Ngerti Arti Pelanggaran HAM!
4 Korban Terorisme Dapat Kompensasi, Total Rp450 Juta
Temui Menko Polhukam, Prabowo Bahas Kontrak Alutsista Hingga WNI Disandera

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.