Mahfud Sebut Ada 660 WNI Jadi Teroris di Luar Negeri

PERISTIWA | 21 Januari 2020 20:28 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, total 660 Warga Negara Indonesia yang bergabung sebagai anggota teroris di negara lain atau Foreign Terrorist Fighter (FTF). Menurut dia, beberapa ada yang di Afghanistan, di Suriah dan Turki.

"Ada sekitar 660 ya, terduga teroris pelintas batas yang ada di berbagai negara," kata Mahfud di kantornya, Jakarta, Selasa (21/1).

Meski demikian, menurut dia, persoalan sekarang ada yang meminta pulang. Ada juga yang menyuruh dipulangkan.

"Berbagai negara macam-macam. Ada yang mau memulangkan hanya anak-anak yatim, ada yang mau memulangkan perempuan dan anak-anak, tetapi fighternya itu tidak dipulangkan tetapi," jelas Mahfud.

"Itu tadi diskusikan. Apakah itu mau dipulangkan apa tidak? Kalau dipulangkan, dipulangkan semua atau tidak," lanjut dia.

1 dari 1 halaman

Minta Dipulangkan

Menurut dia, ini tidak mudah. Karena prinsip konstitusi Indonesia, seseorang dilarang tak punya warga kenegaraan.

"Tidak boleh tuh di dalam konstitusi. Tetapi, problemnya kalau mereka dipulangkan karena hak itu, itu juga bisa menjadi ada yang khawatir bisa menjadi virus. virus teroris teroris baru di sini," ungkap Mahfud.

Karena itu, pihaknya segera mencari jalan keluar untuk mengatasi masalah ini.

"Ini sedang dicari cara, tetapi dalam waktu tidak lama akan segera diputuskan. Karen ini menyangkut banyak kementerian. Kemensos yang misalnya menampung akibat-akibat sosialnya. Kemenkumham menyangkut hukum dan kewarganegaraannya, dan juga pariwisata dan investasi bisa terkena imbas kalau misalnya masih ada ancaman teroris dan sebagainya," tukasnya.

"Itu semua akan dipertimbangkan, dan nanti akan disampaikan ke presiden dalam waktu yang tidak lama," imbuhnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com (mdk/eko)

Baca juga:
Menko Polhukam Panggil Sejumlah Menteri Bahas Terorisme
PPATK Ungkap Fakta Inovasi Keuangan Digital Dimanfaatkan untuk Pendanaan Teroris
Cara Yasonna agar Indonesia Tak Dimanfaatkan Pelaku TPPU dan Pendanaan Terorisme
ISIS Mulai Bangkit di Libya, Manfaatkan Pertikaian Pemberontak dan Pemerintah
Berjasa Tangani Terorisme, Mendagri Tito Karnavian Dapat Penghargaan dari Singapura
Indonesia-UEA Sepakati Kerja Sama Keagamaan Hingga Penanggulangan Terorisme

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.