Mahkamah Agung: Kurang hakim agung, perkara numpuk di 2012

Mahkamah Agung: Kurang hakim agung, perkara numpuk di 2012
Gedung Mahkamah Agung. Merdeka.com/Arie Basuki
NEWS | 28 Desember 2012 01:03 Reporter : Nurul Julaikah

Merdeka.com - Mahkamah Agung (MA) merilis laporan hasil penanganan perkara yang masuk kurun waktu 2011-2012. Dalam rentang waktu tersebut, terjadi penurunan jumlah putusan dibanding dengan perkara yang masuk ke meja administrasi MA.

Menurut data yang diterima dari MA, Kamis (27/12), ada 12.244 perkara yang masuk, jumlah putusan per 31 November 2012 mencapai 9.504 perkara. Jumlah ini menurun dibandingkan tahun 2011 yang mencapai 11.761 perkara.

Perkara tersebut terinci dalam tiga kategori perkara, yakni sebanyak 9.866 perkara kasasi, 2.341 perkara Peninjauan Kembali (PK) dan 37 perkara grasi. Padahal, jumlah ini meningkat jika dibandingkan tahun 2011 yang berjumlah 9.525 untuk perkara kasasi, 2.143 perkara PK. Khusus untuk Grasi mengalami penurunan dari yang dulunya 59 perkara.

Akibatnya, MA tahun ini mengalami beban penumpukan perkara sebanyak 10.435 perkara. Jumlah itu diperoleh dari banyaknya perkara yang masuk ditambah sisa perkara tahun lalu yang mencapai 19.939 perkara.

Terkait dengan hal ini, Ketua MA Hatta Ali menjelaskan, penurunan jumlah putusan ini disebabkan berkurangnya jumlah formasi hakim agung. "Ini disebabkan berkurangnya hakim agung sebanyak 10 orang atau tiga majelis, yaitu delapan hakim agung pensiun, satu meninggal dunia dan satu orang diberhentikan tidak dengan hormat," kata dia.

Untuk mengantisipasi agar perkara yang menumpuk dapat tertangani, Hatta menambahkan, pihaknya akan berusaha meningkatkan kinerja di berbagai kamar. "Karena itu kami bebani kepada semua untuk pro aktif meningkatkan pelayanan di wilayah masing-masing," ungkap dia.

(mdk/ded)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami