Maju Pilkada Kota Batam, Rian Ernest Kritisi Persoalan Birokrasi hingga Investasi

PERISTIWA | 20 Januari 2020 11:45 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Rian Ernest, bakal calon Wali Kota Batam 2020 dari jalur independen melihat permasalahan birokrasi, investasi serta pengangguran jadi fokus utama untuk dituntaskan jika dia terpilih memimpin Batam.

"Gerakan Batam Baru yang saya usung ini soal mindset dan mentalitas. Perlu ada perubahan mental terutama dalam birokrasi yang ada saat ini," kata Rian kepada wartawan, Minggu kemarin.

Hal ini didasari keluhan masyarakat yang ditemui Rian selama enam minggu dia blusukan ke Batam. Banyak keluhan yang masuk terkait pelayanan publik, bahkan yang mendasar, tidak diterima oleh masyarakat.

"Hal-hal kecil seperti urusan blangko KTP saja jadi bahan permainan birokrasi. Padahal ini ditujukan buat pelayanan masyarakat yang pendapatannya pas-pasan. Kalau urusan kecil saja dipermainkan, bagaimana urusan investasi besar?" terangnya.

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini menilai sistem pelayanan publik yang ada di Batam sekarang juga tidak optimal dalam melayani.

"Buat apa ada gedung atau kanal pelayanan publik, tapi pelayanannya buruk dan ruwet. Kalau soal regulasi dan kemudahan perizinan ini tidak segera dibenahi, investor tentu akan terus lari ke Vietnam, Myanmar dan Kamboja," tutur Rian.

Jika hal tersebut terjadi, juga berpengaruh pada tingkat pengangguran yang terus meningkat. Berdampak langsung pula pada merosotnya perekonomian di kota yang harusnya jadi pusat industri ini.

Lewat Batam Baru, Rian juga menyoroti persoalan lahan dan perumahan yang dianggap liar. Menurutnya, pemerintah kota tidak bisa membiarkan warga dengan KTP asli Batam digusur dengan ganti rugi hanya uang kerahiman.

"Jangan terlalu pro pengusaha. Warga yang terkena penggusuran juga harus mendapatkan pemukiman layak, tidak cukup hanya dengan uang kerahiman saja. Harus ganti untung," kata mantan staf bidang hukum Basuki Tjahaja Permana (Ahok) saat jadi Gubernur DKI.

Lahan-lahan mangkrak yang biasanya dijadikan praktik landbanking oleh pengusaha nakal juga harus dikembalikan kepada masyarakat. Salah satu visi Rian adalah dengan mengubah lahan mangkrak tersebut menjadi taman ramah anak.

"Ini harus jadi fasilitas publik. Kita manfaatkan sebagai taman rakyat yang ramah anak. Kota pekerja seperti Batam, membutuhkan ruang terbuka yang bisa dimanfaatkan untuk rekreasi dan fasilitas publik," kata Rian.

Saat ini, Rian melalui Gerakan Batam Baru berhasil mengumpulkan hampir 20,000 dukungan dan KTP seperti yang tertera dalam laman batambaru.com. Untuk maju di Pemilihan Walikota Batam 2020, Rian yang menggandeng tokoh Batam Yusiani Gurusinga harus mengumpulkan 49 ribu lembar dukungan beserta KTP hingga 15 Februari 2020 nanti.

"Saya optimis dan senang setelah melihat antusiasme warga Batam mengirim dukungan. Bola sudah bergulir, gerakan ini juga semakin besar. Saya pribadi sangat optimis bisa menjadi Calon Wali Kota Batam pertama dari jalur independen," kata Rian. (mdk/cob)

Baca juga:
Diisi Anak Muda, Gerakan Batam Baru Bisa Jadi Pendidikan Politik yang Positif
Maju di Pilwalkot Batam, Rian Ernest Sudah Kantongi Dukungan 10 Ribu KTP
Minim Partisipasi, Anak Muda Batam Perlu Dilibatkan dalam Prores Politik
Wali Kota Diminta Alih Fungsikan Tanah Mangkrak di Batam Buat Kepentingan Publik
Peningkatan Kualitas Masyarakat Harus Jadi Program Unggulan Calon di Pilkada Batam
Birokrasi Lambat Dinilai Berdampak Penurunan Ekonomi di Batam

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.