Maju Pilkada Tangsel, Kepala SMPN 4 Jengkel Saat Ditanya Dugaan Pungli

Maju Pilkada Tangsel, Kepala SMPN 4 Jengkel Saat Ditanya Dugaan Pungli
PERISTIWA | 9 Oktober 2019 18:47 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Kepala SMPN 4 Tangerang Selatan, Rita Juwita daftar penjaringan kandidat calon Wali Kota Tangerang Selatan pada Pilkada 2020 melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

"Jadi saya datang ke sini untuk silaturahmi, mohon doa, mohon dukungan serta usungan, saya akan mencalonkan diri sebagai salah satu kandidat calon wali kota Tangerang Selatan," kata Rita yang sudah 10 tahun menjadi Kepala SMPN 4 di kantor DPC PPP Tangsel, Rabu (9/10).

Wanita yang juga menjabat sebagai Ketua KONI Kota Tangsel itu mengaku memperoleh banyak dukungan dari rekan kerja dan berbagai organisasi yang dia pimpin.

"Modal saya, pertama saya menjadi ASN itu sudah dari tahun 81. Dan saya berkecimpung di organisasi, baik di organisasi, pendidikan olahraga dan organisasi di semua bidang. Dan Insya Allah dengan dukungan semua teman-teman yang selalu memotivasi, keluarga dan suami untuk memberikan dukungan dan restu saya untuk maju," tandas dia.

Rita juga mengaku akan meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Tangsel, jika nantinya terpilih sebagai calon Wali Kota Tangsel periode 2020-2024.

"Ya tentu saja, saya menginginkan Tangerang yang lebih baik pada khususnya, dan umumnya di sektor-sektor tertentu, ya saya di sektor pendidikan, ingin pendidikan lebih baik lagi. Jadi apa ya, menjadi cita-cita teman-teman yang belum terealisasi, akan saya realisasikan dan tentu sesuai peraturan yang ada," ujarnya.

Namun, ketika ditanyai awak media mengenai dugaan pungli berujung penahanan ijazah sejumlah siswa di SMPN4 Tangsel, Rita berubah jengkel dan berusaha menghindar dari wartawan yang ada.

"Itu mah hoaks," ujar Rita sambil bergegas.

Saat dikonfirmasi bahwa ada percakapan antara wali kelas dengan wali murid tentang ijazah yang tidak bisa diambil sebelum membayar uang kesejahteraan, Rita mengatakan, hal itu bukan atas instruksinya.

"Itu mah wali kelas saja, bunda enggak nyuruh begitu," ujarnya sambil masuk ke mobilnya.

Sebelumnya diberitakan, kisah siswa SMPN4 Tangsel, ijazah ditahan karena tunggak donasi buatan sekolah.

Para alumni di SMPN4 Tangsel ini kemudian tidak bisa mendapatkan ijazah kelulusannya, karena belum melunasi sejumlah donasi yang diwajibkan pihak sekolah. (mdk/cob)

Baca juga:
Ricuh di Lapas Bondowoso Diduga Akibat Petugas Lakukan Pungli
Mewajibkan Siswa Ikut Study Tour, Sejumlah SMP di Jateng Dilaporkan ke Ombudsman
Kisah Siswa SMPN 4 Tangsel, Ijazah Ditahan Karena Tunggak Donasi 'Buatan' Sekolah
1 Terdakwa Pungli Korban Tsunami Selat Sunda Divonis 1 Tahun 4 Bulan Penjara
Tiga Terdakwa Pungli Jenazah Korban Tsunami Selat Sunda Minta Dibebaskan
Terdakwa Pungli Pengurusan Jenazah Korban Tsunami Selat Sunda Dituntut 1,5 Tahun

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami