Majukan Kebudayaan, Kemendikbud Gelar Kemah Budaya Kaum Muda di Prambanan

PERISTIWA | 22 Juli 2019 00:14 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar acara Kemah Budaya Kaum Muda. Acara ini digelar di Bumi Perkemahan Candi Prambanan dari 21 hingga 25 Juli 2019. Sebanyak 561 orang pemuda dari 28 propinsi turut terlibat sebagai peserta.

561 orang pemuda yang ikut ini merupakan hasil saringan dari 3058 orang pemuda yang mengirimkan proposal kebudayaan. Nantinya akan dipilih 12 karya terbaik sebagai pemenang.

"Kemah Budaya Kaum Muda ini merupakan kelanjutan dari Kongres Kebudayaan 2018. Selama empat hari ini para pemuda akan berkumpul dan mendiskusikan tentang kebudayaan. Kita berharap ini akan menjadi interaksi yang sehat," ujar Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid di Candi Prambanan, Minggu (21/7) malam.

Hilmar mengungkapkan selama Kemah Budaya Kaum Muda ini akan dipilih 12 karya terbaik. Karya terbaik ini akan direalisasikan menjadi karya-karya.

"Kalau hasil, kita seleksi. Ada pemenang namun semangatnya bukan kompetisi tapi kolaborasi. Kerjasama untuk mendapatkan 12 karya terbaik. 12 karya terbaik kita biayai agar terealisasi. Kita akan kerjasama dengan daerah yang mengirim," urai Hilmar.

Sedangkan menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy acara Kemah Budaya Kaum Muda ini menjadi ajang pertemuan anak muda yang punya kepedulian kepada kebudayaan. Nantinya, sambung Muhadjir para anak muda ini akan saling bertukar gagasan untuk memajukan kebudayaan.

"Anak muda saya harap betul-betul bisa berkarya di sini. Saling tukar pengalaman baik kemudian membangun jaringan secara nasional. Dengan begitu pertumbuhan kebudayaan Indonesia dipelopori anak muda," ungkap Muhadjir.

Muhadjir menambahkan generasi muda punya banyak kelebihan dalam membangun kebudayaan Indonesia. Muhadjir menilai generasi muda punya kelebihan energi yang masih melimpah, imajinasi yang masih tajam dan daya jelajah yang luas sebagai modal berkarya yang baik.

"Anak muda punya sejumlah godaan yaitu punya kecenderungan untuk instan, ingin cepat panen. Padahal berkarya adiluhung tidak bisa dipanen dalam waktu cepat. Tapi dengan ditetapkan cara yang intens, penuh ketekunan dan betul-betul istiqomah dan fokus dengan karya yang akan dibangun," pungkas Muhadjir.

Baca juga:
Mendikbud Muhadjir Effendy akan Evaluasi Sistem PPDB Online
Kemendikbud Beri Pembekalan Calon Tenaga Pengajar BIPA Untuk Luar Negeri
Penggagas Zonasi PPDB: Pemerintah Terburu-buru, Syaratnya Belum Terpenuhi
Kemendikbud Diminta Ingatkan Azas Netralitas ke Jajarannya di SD Karangtengah III
Mendikbud Sebut Sistem Zonasi Akan Hapuskan Penggolongan Sekolah
Mendikbud Sebut Guru Asing Didatangkan Untuk Latih Guru Lokal

(mdk/fik)